Sumber berita: KOMPAS. N0 59 THN-54 SENIN 26 AGUSTUS 2018

Sumber foto: jateng.tribunnews.com

1 Juta Domain .id Tak Optimal

JAKARTA, KOMPAS — Pelaksanaan program 1 Juta Domain Indonesia dinilai tidak optimal. Program yang digagas sejak Mei 2016 ini hanya menggaet sekitar 50.000 pemain konten lokal.
Program 1 Juta Domain Indonesia atau .id digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika. Program ini terbuka bagi pemain konten lokal berlatar belakang pelaku usaha kecil menengah (UKM), desa, seko- lah/pesantren, dan komunitas lokal. Tujuannya memperbanyak produksi konten lokal.

Bagi UKM, program ini mendukung pemasaran secara digital. Adapun sasaran lainnya berharap pemerintah bisa mendorong mereka untuk masuk ke industri digital.

Program ini mengandung.insentif. Pada tahun pertama, misalnya, peserta tidak dikenai biaya administrasi dan teknis yang mestinya ditanggung pendaftar. Namun, setelah.melewati tahun pertama, peserta program akan dipungut ongkos untuk memperpanjang penggunaan domain dan hosting.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, Minggu (26/8/2018), di Jakarta, mengatakan, pemain konten lokal, khususnya pelaku UKM, lebih aktif memanfaatkan platform laman pemasaran dan media sosial. Di platform tersebut, UKM tidak hanya mempromosikan produk mereka, tetapi juga menjual produk.

Menurut Ferdinandus, program 1 Juta Domain Indonesia direncanakan berjalan tiga tahun, pada periode 2016-2018. Adapun target yang dibidik adalah 350.000 laman internet ber- domain Indonesia yang diaktifkan setiap tahun.

Sejauh ini tahapan program tak berubah. Dengan demikian, per Januari 2019, program itu sudah tidak ada lagi.

Ferdinandus menyebutkan, salah satu alasan program tidak diperpanjang adalah jumlah pengakses yang rendah.

Positif
Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Andi Budimansyah yang dikonfirmasi menyampaikan, dari 59 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, tidak semuanya membutuhkan laman untuk mendukung pemasaran digital. Selain itu, perlu ditelaah lebih lanjut mengenai sektor industri atau skala bisnis yang dijalankan UMKM.
Andi menilai positif keberadaan program 1 Juta Domain yang dicanangkan Kementerian Kominfo. Sebab, program itu bertujuan merangsang industri digital di Indonesia.

"Pemerintah dan kami memberikan insentif di program 1 Juta Domain Id. Tujuannya positif meskipun dalam peijalanan- nya kurang maksimal, seperti jumlah pengguna aktif tidak mencapai target yang diinginkan. Kami harap bisa terus dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, perusahaan global di sektor industri nama domain dan keamanan internet, Verisign Inc, menerbitkan laporan Ikhtisar Industri Nama Domain Triwulan 11-2018 pada akhir pekan lalu. Laporan itu menyebutkan, ada sekitar 339,8 juta nama domain terdaftar untuk kategori Top Domain Level atau level pertama di seluruh dunia. Jumlah tersebut tumbuh 2,4 persen dalam setahun.

Sesuai data Pandi, jumlah registrasi keseluruhan domain berakhiran .id pada Juni 2018 mencapai 249.029.

Menurut Andi, 2.000-an domain di antaranya digunakan pengguna perorangan dan badan usaha dari negara lain.

Andi menambahkan, mekanisme untuk mendaftar dan memperpanjang domain .id cukup ringkas. Warga mengajukan pendaftaran dan bisa langsung membayar. Biayanya terjangkau. Hal ini untuk menghilangkan kesan masyarakat perihal kesulitan memproses registrasi atau memperpanjang domain .id.

’’Peluang pemakaian domain id masih terbuka lebar. Kami berharap jumlah pendaftar bisa digenjot lebih banyak,” tambah Andi (MED)

menu
menu