Sumber berita: KOMPAS, NO 014 THN 54, RABU 11 JULI 2018

Sumber foto: tribunnews.com

20 Juta Dollar dari AS untuk Indonesia

BOGOR, KOMPAS — Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mendanai program penelitian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan beberapa universitas di Indonesia Hasil dari program penelitian Sustainable Higher Education Research Alliance ini diharapkan mendorong pihak swasta untuk terlibat dalam upaya komersialisasi hasil penelitian.

Direktur Jenderal Riset dan Pengabdian Masyarakat Ocky Kama Radjasa, di IPB Convention Center, Selasa (10/7/2018), mengapresiasi program USAID Sustainable Higher Education Research Alliance (SHERA) ini. USAID memberikan dana 20 juta dollar AS untuk penelitian kola- boratif selama lima tahun. Ini untuk mengatasi keterbatasan dana penelitian di perguruan tinggi di Indonesia.

’’Kami mengapresiasi program ini. Saat ini, lebih kurang tersedia Rp 25 triliun dana riset di Indonesia Sekitar 80 persen di antaranya merupakan dana penelitian dari pemerintah,” kata Ocky.

Ocky mengatakan, keterlibatan pihak swasta dalam pendanaan penelitian kurang dari 20 persen. Fakta ini berbanding terbalik dengan di luar negeri. ’’Satu terobosan penting dalam program ini adalah keterlibatan pihak swasta untuk pemasaran.

Dengan demikian, program penelitian ini tidak hanya sampai pada taraf publikasi, tetapi juga komersialisasi,” lanjutnya Program ini, menurut Ocky, juga untuk penguatan kapasitas penelitian pada pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satu
harapannya adalah untuk mendorong universitas di Indonesia menjadi universitas kelas dunia.

’’Melalui seleksi yang sangat ketat, kami berhasil memilih lima universitas terbaik.* Universitas-universitas ini juga be- keija sama dengan universitas dunia dalam pengembangan risetnya,” kata Ocky.

Pelaksana Tugas Direktur USAID SHERA David Hoffman mengatakan, kelima universitas itu adalah UI, UGM, ITB, IPB, dan Unpad.

Kepala Biro Keija Sama dan Komunikasi Publik Kemristek dan Dikti, Nada Marsudi mengatakan, kerja sama penelitian antara AS dan Indonesia ditandatangani pada 2010. Namun, sejauh ini baru sampai taraf publikasi internasional.
(E21)

menu
menu