Sumber berita: INVESTOR DAILY, SENIN 28 MEI 2018

Sumber foto: INVESTOR DAILY, SENIN 28 MEI 2018

30 Mei, Tol Jakarta-Surabaya Fungsional Dioperasikan

SEMARANG - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis sejumlah ruas tol yang fungsional atau belum sepenuhnya operasional, akan siap untuk menghadapi arus mudik pada Lebaran 2018.-

“Kami optimistis minimal tanggal 30 Mei bisa siap untuk dioperasikan secara fungsional,” kata Basuki saat meninjau ruas Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Data Kementerian PUPR menunjukkan, ruas tol Jakarta-Surabaya adalah sepanjang 759 kilometer, yang kondisinya untuk persiapan jalur mudik 2018 adalah operasional 524 km dan fungsional 235 km. Untuk ruas Tol Jakarta-Surabaya yang fungsional (belum sepenuhnya operasional) adalah ruas Tol Pemalang- Batang (39 km), Batang-Semarang (74 km), Semarang-Solo (32 km), Sragen-Ngawi (55 km), dan Wilan- gan-Kertosono (37 km).

Menurut pantauan Antara di lapangan, untuk ruas tol Pejagan hingga Pemalang dapat dikatakan relatif mulus. Namun, pada ruas tol dari Pemalang hingga Batang masih ada sejumlah titik yang belum memakai rigid pavement atau beton tebal, begitu juga dengan kondisi ruas tol dari Salatiga hingga Solo.

Menteri PUPR meyakini saat tol fungsional telah dibuka untuk arus mudik, sudah tidak ada lagi yang beralaskan tanah merah lunak, tetapi minimal sudah berupa beton tipis (LC). Basuki Hadimuljono mengungkapkan mulai pekan pertama Juni berbagai jalur fungsional tersebut mulai dibersihkan, termasuk untuk persiapan tempat istirahat dan pengamanan. “Jadi ketika mudik, dari Semarang sampai Solo bisa tidak keluar tol,” ucap dia.

Dia menuturkan meski berbagai ruas tol fungsional itu dijadwalkan bakal mulai operasional pada akhir

2018, tetapi karena bangsa ini ada hajatan besar berupa mudik, maka pemerintah juga menyiapkan sebaik mungkin agar berbagai ruas tol itu dapat digunakan meski hanya secara fungsional.

Menteri PUPR pada Sabtu (26/5) meninjau kesiapan ruas tol antara Brebes Timur hingga Semarang, serta ruas tol antara Salatiga dan Solo, yang direncanakan dilalui pemudik secara fungsional pada arus mudik Lebaran 2018.

Menteri PUPR juga menekankan perlunya perhatian khusus di 60 kilometer pertama dari arah Jakarta karena adanya akumulasi kegiatan pembangunan infrastruktur LRT dan Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu, dia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, BMKG, dan lembaga lainnya terkait dalam penanganan mudik lebaran 2018. (tm/ant)

menu
menu