Sumber berita: KOMPAS, NO 023 THN 54, JUMAT 20 JULI 2018

Sumber foto: Fakta news

Ada Potensi Pengembangan Bisnis Jangka Panjang

SEKTOR RIIL

MEDAN, KOMPAS — Di tengah gejolak ekonomi dan politik, potensi pengembangan bisnis jangka panjang masih prospektif. Kuncinya adalah piawai melihat peluang diikuti implementasi kebijakan yang ramah terhadap pelaku usaha dan konsumen dalam negeri.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira di sela-sela diskusi ’’Outlook Ekonomi 2019:Peluang UMKM di Era Digital dan Tantangan di Tahun Politik”, Kamis (19/7/2018), di Medan, mengatakan, porsi ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) dan China sekitar 25 persen. Perang dagang antar-kedua negara berdampak pada perdagangan internasional Indonesia.

Meski demikian, Indonesia bisa memanfaatkan celah situasi dengan menggenjot ekspor seperti komoditas manggis yang diminati pasar China Perkembangan transaksi perdagangan secara elektronik (e-dagang) juga jadi peluang. Nilai transaksi e-dagang tumbuh 17 persen setiap tahun dan tahun ini diperkirakan lebih dari Rp 100 triliun. ”E-dagang punya peluang tumbuh besar. UMKM bisa memanfaatkan pemasaran digital untuk memperluas pasar,” ujarnya

Menurut Bhima, rangkaian pemilihan umum juga bisa dimanfaatkan pelaku usaha Biasanya, permintaan produk makanan, minuman, dan logistik naik. Namun, pemerintah perlu lebih berpihak ke masyarakat atau pelaku usaha dalam negeri. Ke sektor UMKM, misalnya, tak cukup dengan penurunan pajak penghasilan final 0,5 persen.

Business Strategy and Alignment Head Small Medium Enterprise PT BTPN Tbk Michael Jermia Tjahjamulia berpendapat, mayoritas nasabah segmen UKM menggunakan ponsel pintar. Namun, pemanfaatannya sebatas untuk membuka surat elektronik dan sarana komunikasi. ’’Untuk keperluan pendukung kegiatan usaha, mereka malah masih manual, misalnya dalam hal manajemen kas. Padahal, rata-rata di antara mereka jarang pergi ke bank untuk mengurus kebutuhan itu,” ujarnya

Berangkat dari situasi tersebut, sejak April 2018, BTPN telah memperkenalkan aplikasi accessbusiness@BTPN. Aplikasi ini antara lain terdiri dari fitur informasi akun nasabah, pengaturan rekening penerima favorit, manajemen finansial, transfer dana, dan pengelolaan aktivitas finansial untuk aktivitas rantai pasok.

Michael menambahkan, pelaku UKM perlu pendampingan bisnis, selain permodalan. Bentuknya bisa berupa pemberian info peluang usaha Dia mencontohkan pengalaman BTPN Mitra Bisnis ketika melayani permintaan salah satu nasabah yang ingin membuka usaha kuliner steik daging di Sulawesi Selatan. Hasil analisis menyebutkan, tim BTPN merekomendasikan ikan sebagai bahan utama kuliner. Alasannya, ikan sudah jadi bagian budaya kuliner penduduk setempat. (MED)

menu
menu