Sumber berita: KOMPAS, NO 023 THN 54, JUMAT 20 JULI 2018

Sumber foto: Liputan6.com

Antusiasme Warnai Kirab

"Indonesia... Indonesia...” teriak kerumunan anak dan orang dewasa sambil mengibarkan bendera Merah Putih ketika pembawa obor melintas di sejumlah jalan raya di Yogyakarta.Hari itu, obor Asian Games 2018 memulai perjalanan panjangnya.

Warga Yogyakarta tumpah ruah ke jalan. Di beberapa tempat terlihat warga bermain musik dan menampilkan tarian tradisional. Kemeriahan yang pantas dirayakan karena kota mereka mendapat kehormatan menjadi kota pertama yang disinggahi kirab obor Asian Games 2018.

Padamnya api obor sesaat sebelum tiba di garis akhir di Tugu Yogyakarta tak menyurutkan semangat warga Yogyakarta memeriahkan kirab obor menyongsong pesta olahraga bangsa Asia ini.

Perjalanan obor bermula dari Pagelaran Keraton Yogyakarta. Seldtar pukul 07.00, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengambil api dari kaldron mini dan menyerahkan obor kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagai pelari pertama. Sekitar 100 meter kemudian, di Alun-alun Utara, giliran pelari kedua, Kapolda DIY Brigadir Jenderal (Pol) Ahmad Dofiri. Komandan Lanud Adi- sutjipto Marsekal Pertama Tedi Rizalihadi menjadi pelari ketiga.

Obor kemudian dibawa beranting melewati jalan-jalan di pusat kota Yogyakarta dan berakhir di Tugu Yogyakarta. Selain tiga pelari utama, kirab obor Asian Games melibatkan 20 pelari dari kalangan masyarakat Secara bergantian mereka membawa obor yang apinya adalah penyatuan api dari New Delhi, India, dan api abadi Mra- pen. Mereka diiringi 20 pelari gabungan anggota TNI-Polri.

Di antara para pelari terdapat sejumlah mantan atlet nasional, antara lain Finarsih (bulu tangkis), Nurhayati (balap sepeda), dan Hendra Purnama (panahan). Setiap pelari bertugas membawa obor sejauh 240 me- ter-700 meter. Kirab obor ini disambut antusias ribuan warga dan pelajar Yogyakarta. Banyak dari mereka mengabadikan momen bersejarah ini menggunakan telepon genggam.

Menyala
Untuk menyukseskan kirab obor, ada iring-iringan petugas yang memastikan api tetap menyala Mobil teknis berada di urutan ketiga setelah ambulans dan mobil Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc). Sejumlah petugas ditempatkan di sudut jalan untuk.membantu.

Safiq (30), petugas teknis kirab obor, bekeija keras memastikan obor tetap menyala Di dalam mobil, dia merakit dan mengisi obor dengan gas. Pada jarak tertentu, seorang petugas berlari ke mobil untuk mengambil obor yang baru diisi gas.

Obor yang bentuknya terinspirasi senjata golok (Betawi) dan skin (Palembang) itu lalu diberikan kepada pelari berikutnya yang telah menunggu. Tujuh obor dipakai bergantian selama kirab. Saat pelari datang membawa obor menyala, pelari berikutnya memindahkan api ke obor baru. Begitu seterusnya hingga api tidak pernah putus.

Di Jalan Brigjen Katamso, setidaknya dua kali api obor meredup karena kehabisan gas. Petugas teknis segera mengganti obor itu dengan yang baru sehingga nyala api tetap terjaga.

Sekitar 240 meter menjelang Tugu, obor yang dibawa Sekretaris Jenderal Inasgoc Eris Heryanto tiba-tiba padam. ”Api padam! Api padam!” kata seorang petugas melalui alat komunikasi. Dengan wajah panik, beberapa petugas datang ke mobil teknis. "Yakin padam? Mungkin hanya redup!” kata Safiq. ’’Sudah saya cek, api padam!” jawab petugas itu.

Tidak menunggu lama, Safiq kemudian membuka kotak besi. Di dalamnya terdapat lentera berisi api menyala. Lentera itu dibawa ke arah obor. Dengan menggunakan tongkat api, api dari lentera dipindahkan ke obor. ’’Sulit sekali membawa api ini. Sudah jauh-jauh didatangkan dari India, jangan sampai api padam,” kata Safiq.

Untunglah ada lentera Setelah api obor kembali dinyalakan, Eris melanjutkan lari ke arah Tugu. Obor kemudian diserahkan kepada Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Eris mengatakan, antusiasme warga menyambut kirab obor Asian Games disebabkan partisipasi langsung Sultan Hamengku Buwono X. Selain itu, Yogyakarta juga menjadi kota pertama ’’Antusiasme ini menjadi pertanda baik suksesnya Asian Games,” kata Eris.

Haryadi kemudian memindahkan api ke dalam lentera untuk-dibawa ke Solo.

Solo
Pada tengah hari, api Asian Games tiba di Tugu Makutha, batas kota Solo. Kedatangan api disambut Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo didampingi Kapolda Jawa Tengah Iijen Condro Ki- rono dan-Pangdam IV/Dipone- goro Mayjen Wuryanto. Setelah Rudyatmo menyalakan obor, Condro dan Wuryanto menjadi pelari pertama dan kedua Obor dibawa beranting masuk Kota Solo dan disambut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kirab obor akan berakhir di Jakarta, tepat pada hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 2018. (DNA/NCA/RWN)

 

menu
menu