Sumber berita: KOMPAS. N0 56 THN-54 JUMAT 24 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Skalanews

Asosiasi Tekfin Terbitkan Pedoman

Pesatnya perkembangan industri teknologi finansial memerlukan kode etik. Tujuannya, industri bisa tumbuh dengan sehat dan konsumen terlindungi.

JAKARTA, KOMPAS - Asosiasi Fintech Indonesia resmi mengeluarkan pedoman perilaku layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi. Pedoman ini diharapkan mendukung industri teknologi finansial atau tekfin bidang peminjaman yang sehat.

Pedoman itu memuat tiga prinsip dasar, yakni transparansi produk dan metode penawaran layanan, pencegahan pinjaman berlebih, dan penerapan prinsip itikad baik. Prinsip transparansi meliputi sepuluh poin, antara lain keterbukaan informasi hak dan kewajiban, biaya, dan metode suku bunga.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Adrian A Gunadi di Jakarta,.Kamis (23/8/2018), mengatakan, penyusunan pedoman telah dilakukan sejak tahun lalu setelah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PO-JK) Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam-meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi terbit akhir Desember 2016.

' ’’Saat itu, kami memperkirakan bahwa industri akan berkembang pesat dan perlu kode etik. Di negara maju, seperti Amerika Serikat, sudah punya pedoman perilaku khusus marketplace lending. Kami berharap pedoman perilaku ini bisa melandasi pembuatan kode etik di masing-masing 64 perusahaan,” ujar Adrian.

Industri pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi selama ini mengenal beberapa segmen pasar, seperti usaha kecil menengah, pendanaan khusus invoice, dan konsumen individual. Perbedaan segmen memengaruhi model bisnis, risiko, hingga metode penentuan suku bunga

Prinsip transparansi produk dan metode penawaran layanan, kata Adrian, bertujuan menumbuhkan kepercayaan konsumen. Sementara prinsip pencegahan pinjaman berlebih antara lain mencakup poin larangan predatory lending dan pemberiah/pe- nambahan pinjaman tanpa kesepakatan para pihak, kewajiban verifikasi dan penilaian penerima pinjaman, serta larangan rekayasa data Predatory lending artinya praktik pemberian pinjaman yang mengenakan syarat, ketentuan, bunga, dan biaya tidak wajar kepada penerima

Penagihan
Adapun prinsip itikad baik meliputi tujuh poin, salah satunya adalah penagihan. Ketua Bidang Pinjaman Cash Loan Aftech Sunu Widyatmoko menjelaskan, saat menagih dilarang provokatif, menggunakan kata-kata agresif, bersikap intimidatif, mengaku sebagai aparat legal, dan menyebarluaskan data pribadi.

Mantan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto memandang industri teknologi finansial yang sehat akan berdampak langsung kepada kestabilan sistem keuangan nasional. Aspek ini semestinya ikut menjadi perhatian penyedia layanan.

Sebelumnya, Deputi Komisioner OJK Institute Sukarela Batunanggar di menyatakan, OJK mendorong semua perusahaan rintisan teknologi jasa keuangan mengedepankan kebutuhan utama pasar.

’’Kami hanya menyusun prinsip-prinsip umum penyelenggaraan industri pinjam-meminjam uang di dalam peraturan. Sementara penyusunan atau penerapan kode etik adalah bagian peran asosiasi,” ujarnya. (MED)

 

menu
menu