Sumber berita: KOMPAS. N0 48 THN-54 SELASA 14 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN|Gelandang serang tim nasional Indonesia, Stefano Lilipaly (tengah), melakukan selebrasi seusai mencetak gol kedua disaksikan Alberto Goncalves (kiri) saat melawan Taiwan dalam babak penyisihan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8/2018). Indonesia menang 4-0.

Atur Stamina Pemain

Salah satu kunci menjuarai sebuah turnamen adalah memanfaatkan jeda antar-pertandingan untuk istirahat supaya tubuh kembali bugar. Itulah yang dilakukan para pemain tim ”Garuda”.

BEKASI, KOMPAS – Seusai memetik kemenangan 4-0 atas Taiwan, tim nasional sepak bola Indonesia U-23 menikmati kesempatan untuk beristirahat, Senin (13/8/2018). Waktu istirahat ini sangat dibutuhkan timnas untuk mengatur stamina agar bisa menjalani fase grup yang melelahkan di Asian Games 2018.

Skuad ”Garuda” berada di Grup A yang berisi lima tim sehingga harus menjalani empat laga selama fase grup. Ini satu laga lebih banyak daripada tim-tim di grup lainnya yang berisi empat tim.

Di sisi lain, Indonesia berambisi menembus semifinal. Saat ini, mereka harus bisa lolos dari grup terlebih dahulu. ”Oleh karena itu, hari istirahat jadi sangat penting. Waktu 24 jam ini sangat berarti bagi para pemain untuk memulihkan kondisi fisik,” kata dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi, Senin malam di Bekasi.

Di hotel timnas di Bekasi, kemarin, para pemain pun diminta untuk benar-benar beristirahat. Mereka hanya diperbolehkan berjalan-jalan di sekitar hotel dan dilarang pergi terlalu jauh dengan menggunakan kendaraan. Pemain lebih disarankan berada di dalam hotel dan memanfaatkan waktu untuk tidur.

Hal itu pun benar-benar dilakukan para pemain. Penyerang timnas, Alberto ”Beto” Goncalves, misalnya, mengaku hanya tidur, makan, dan melakukan latihan kecil di dalam hotel. ”Seumur saya ini, istirahat memang benar-benar penting. Kalau tidak, stamina saya bakal habis,” kata pemain asal Brasil yang berusia 37 tahun ini.

Pada laga melawan Taiwan, Minggu (12/8), Beto mencetak satu gol. Selepas laga, ia merasakan kesakitan pada bagian pahanya dan menjalani terapi es, tetapi tidak cedera serius.

Di skuad Garuda, hanya ada satu pemain yang saat ini baru menjalani pemulihan cedera, yaitu Septian David Maulana. Oleh karena itu, waktu luang seperti kemarin dimanfaatkannya untuk memulihkan cedera engkel kaki yang ia alami saat latihan di Bali pekan lalu. Saat latihan itu, ia berbenturan dengan bek timnas, Bagas Adi, sehingga tidak dapat ikut berlaga melawan Taiwan.

Senin petang kemarin di Bekasi, gelandang Mitra Kukar itu dapat berjalan cepat ketika akan shalat di masjid di seberang hotel tim. Ia ditemani sang kapten timnas, Hansamu Yama.

”Ini sebenarnya cedera lama yang kambuh lagi,” kata David sambil menunjuk pergelangan kaki kanannya. Sambil mempercepat langkahnya, ia pun memastikan bahwa kondisi pergelangan kakinya itu sudah jauh lebih baik.

Kemarin, David fokus menjalani pemulihan di gym untuk melatih otot-otot kakinya agar bisa pulih sepenuhnya dan ikut memperkuat timnas saat menghadapi Palestina. ”Setiap hari, saya selalu berdoa supaya kaki ini cepat sembuh lagi. Selain latihan, doa harus kencang,” kata David.

David sadar betul bahwa cedera bisa datang kapan saja. Namun, cedera itu tetap membuatnya kecewa karena terjadi menjelang Asian Games, ajang terbesar yang bisa ia rasakan di level Asia. Dengan kondisi kakinya yang sudah jauh lebih membaik, David tetap optimistis bisa kembali bergabung bersama rekan-rekannya.

”David sebenarnya sudah siap untuk berlatih. Besok, ia sudah bisa berlatih seperti biasa,” kata Syarif.

Skuad Garuda akan menjalani latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Selasa (14/8), pukul 09.00. Ini persiapan menjelang laga kontra Palestina yang lebih kuat daripada Taiwan, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8), pukul 19.00.

Semangat U-16

Sementara itu, setelah membawa Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 Tahun 2018, para pemain timnas U-16 Indonesia diliburkan sepekan. Mulai pekan depan, mereka akan kembali melakukan pemusatan latihan untuk menghadapi Piala AFC U-16 pada September di Malaysia.

Penyerang timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, di sela-sela pertemuan dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (13/8), mengatakan, dirinya bersyukur atas raihan juara di Piala AFF U-16. Namun, ia tak larut dalam euforia karena tantangan berikutnya sudah dekat.

”Ajang Piala AFF membuat kami semakin kompak, bersatu, dan solid di setiap lini. Persaingan pun ketat. Selanjutnya, kami akan bersiap sebaik mungkin demi lolos Piala Dunia (U-17),” ujar pencetak gol terbanyak Piala AFF U-16/2018 itu.(DIT/DEN)

menu
menu