Sumber berita: KOMPAS, NO 027 THN 54, SELASA 24 JULI 2018

Sumber foto: Kompas.id

Bangunan Rancangan Soekarno Dibongkar

BANDUNG, KOMPAS - Pemerintah Kota Bandung menyegel bangunan cagar budaya yang direnovasi tanpa izin di Jalan Jenderal Gatot Subrcrto Nomor 54, Bandung, Senin (23/7/2018). Bangunan ini adalah karya arsitektur Ir Soekarno, proklamator sekaligus presiden pertama Republik Indonesia.

Menurut Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Jawa Barat Lutfi Yondri di Bandung, Senin, bangunan itu adalah salah satu peninggalan bersejarah karya anak bangsa. Dilihat dari nilai sejarah, bangunan ini masuk kategori cagar budaya tipe A. Semua bentuk renovasi di cagar budaya tipe A baru bisa dilakukan setelah berkonsultasi dengan tim ahli.

Cagar budaya ini adalah satu dari dua bangunan saling berhadapan di Jalan Gatot Subroto, yang dikenal dengan gedung kembar. Dibuat pada 1935, ciri khas karya Soekarno terlihat dari ornamen gada yang berada di ujung atapnya. Bangunan itu pernah digunakan untuk beragam keperluan, dari kantor hingga rumah tinggal.
Kini, kondisi bangunan itu terlihat tidak seperti rumah utuh. Dinding depan dikelupas sehingga tersisa susunan bata sebagai dinding dan tanpa atap. Semua ubin di lantai dibongkar. Beberapa dinding anyar dibangun sehingga mengubah denah rumah.

Lutfi mengatakan, perubahan yang dilakukan saat ini mencapai 90 persen. Terjadi perubahan di semua sisi. Bentuk aslinya hanya menyisakan dinding luar, bentuk bagian depan rumah dan tangga. Semuanya dilakukan tanpa persetujuan pemerintah ataupun Tim Ahli Cagar Budaya Jabar.

’’Jika bangunan ini selesai direnovasi, besar kemungkinan akan banyak berubah. Saat ini bentuk atapnya saja sudah tidak kelihatan. Yang tersisa hanya dinding depan dan sebagian dinding samping. Konstruksi atap, yang menjadi ciri khasnya, bahkan sudah tidak terlihat,” tuturnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyesalkan pembong karan itu. Ia khawatir renovasi tanpa izin memicu kerusakan karena dibongkar tanpa pengawasan ahli. ’’Dengan alasan itu, kami menyegel proses ini. Bangunan ini akan dikembalikan seperti semula walaupun nanti auranya tidak seperti bangunan asli,” ujar Kamil di lokasi penyegelan.

Kamil mengatakan, bangunan itu kental nuansa era kolonial yang mewarnai sejarah Bandung sebelum kemerdekaan. Bangunan itu mengusung konsep art deco yang menjadi tren karya arsitektur pada masa itu. ’’Saat ini, kami tengah membawa kembali aura art deco sebagai penyumbang karakter Kota Bandung. Namun, yang terjadi malah sebaliknya,” kata Kamil.

Anggi Aldila (33), anggota komunitas Aleut, kelompok peduli sejarah-di Kota Bandung, yang pertama kali melaporkan kejadian itu, awalnya curiga bangunan yang sering dikunjungi komunitasnya itu ditutup seng dan tidak bisa dimasuki. Setelah diamati, ternyata bangunan ini telah dibongkar sebagian.

Rico Harsadi (42), pemilik bangunan bersejarah itu, mengatakan, renovasi dilakukan untuk dijadikan tempat tinggal. Ia mengaku tidak tahu aturan yang harus ditempuh saat hendak merenovasinya Ia berjanji membangun kembali bangunan dengan konsep semula. (RTG)

menu
menu