Sumber berita: KOMPAS, NO 024 THN 54, SABTU 21 JULI 2018

Sumber foto: Sindonews.com

BCA Luncurkan Seragam Baru Korporasi Bermotif Tenun Ikat

Indonesia memiliki ragam kekayaan wastra nusantara, salah satunya tenun ikat yang sangat khas dan memesona. Tenun ikat yang keberadaannya tersebar di beragam daerah, antara lain Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor itu dihasilkan dari karya kreatif masyarakat, yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Kaiya kreatif tersebut seyogianya diapresiasi dan dilestarikan melalui berbagai inisiatif sesuai dengan konteks saat ini, seperti menggunakan motif tenun tersebut untuk fashion masa kini.

Karena ilulah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyelenggarakan forum Kafe BCA 8 bertemakan “Tenun Ikat, Indonesian Legacy into the Spotlight”. Pada kesempatan yang sama, bank berkode emiten BCCA itu menggandeng IKAT Indonesia mengembangkan seragam baru korporasi BCA bermotif tenun ikat.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmdja menuturkan, melalui inisiatif memproduksi seragam BCAbermotiftenun ikat ini, pihaknya ingin mendorong terciptanya kebutuhan yang sifatnya massal terhadap tenun ikat sehingga masyarakat penenun memiliki kesempatan mengembangkan dan menerima manfaat dari kebutuhan massal tersebut. “Inisiatif ini diharapkan dapat menggugah pelaku ekonomi dalam negeri untuk memanfaatkan nilai dan warisan kekayaan makna dari tenun ikat tersebut untuk memperkuat identitas Indonesia,” imbuh Jahja.

Direktur BCA Lianawaty Suwono menerangkan, dari proses pengerjaan seragam ini, BCA dan IKAT Indonesia memberdayakan lebih dari 2.500 perajin di Desa Troso, Jepara. Total panjang.kain tenun yang dibuat mencapai 45.000 meter. Seragam baru korporasi ini sendiri juga akan digunakan oleh sekitar 27.000 karyawan di lebih dari 1.200 kantor cabang BCA di seluruh Indonesia demi memperkuat identitas nasional BCA.

Selaras dengan itu, Fashion Designer dan Founder IKAT Indonesia Didiet Maulana menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah BCA dalam memanfaatkan kekayaan tenun ikat Indonesia dan memproduksi secara massal seragam BCA bermotif tenun tersebut.

“Karya kreatif tersebut menjalani proses yang cukup panjang, dari upaya mengawinkan kultur BCA dan filosofi kain tenun yang hidup dan diwariskan turun-temurun oleh masyarakat perajin tenun ikat. Inisiatif ini juga sangat membantu masyarakat perajin tenun ikat untuk tetap berkarya sesuai tren fashion saat ini,” tandas Didiet. £*3

 

menu
menu