Sumber berita: KOMPAS, NO 026 THN 54, SENIN 23 JULI 2018

Sumber foto: Ilustrasi

Bendungan dan Tol Selesai Bertahap Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS - Beberapa proyek infrastruktur akan rampung secara bertahap hingga akhir tahun ini. Dua ruas tol, yakni ruas Pejagan -Pemalang Seksi III dan IV dan ruas Medan tebing Tinggi Seksi I, tinggal menunggu peresmian sebelum beroperasi. Sementara Bendungan Tanju di Nusa Tenggara Barat dijadwalkan selesai Agustus 2018.

’’Tahun ini ada beberapa bendungan yang selesai dan akan diresmikan pengoperasiannya. Kalau untuk tol yang selesai adalah ruas Medan-Tebing Tinggi Seksi I dan ruas Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ba-suki Hadimuljono di Jakarta, akhir pekan lalu.

Proyek bendungan yang dijadwalkan selesai secara bertahap hingga akhir tahun 2018 adalah Bendungan Gondang dan Lo- gung di Jawa Tengah, Tanju dan Mila di NTB, Rotiklot di Nusa Tenggara Timur, Sindang Heula di Banten, Sei Gong di Kepulauan Riau, Bintang Bano di NTB, dan Passeloreng di Sulawesi Selatan. Total kapasitas tampungan air sembilan bendungan tersebut mencapai 288 juta meter kubik. Selama kurun 2015-2019, Ke- menterian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan.

Menurut Basuki, sesuai rencana, Bendungan Mila di NTB akan selesai konstruksinya pada Juli 2018. Dengan demikian, bendungan tersebut bisa segera diisi air. Adapun tampungan Bendungan Mila mencapai 6,57 juta meter kubik. Bendungan ini bisa mengairi lahan seluas 3.939 hektar, menyediakan air baku dengan kapasitas debit 0,05 meter kubik per detik, serta berpotensi menghasilkan listrik sebesar 0,50 megawatt (MW).

Jalan tol
Adapun proyek jalan tol yang sudah selesai dan memenuhi persyaratan untuk beroperasi adalah ruas Medan-Tebing Tinggi Seksi I antara Tanjung Morawa-Parba- rakan sepanjang 17,8 kilometer (km). Sebagian konstruksi Tol Medan-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 km tersebut dibangun oleh pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansialnya, yakni sepanjang 14,55 km.

Sementara ruas lain yang menunggu diresmikan untuk beroperasi adalah Pejagan-Pemalang Seksi III dan IV antara Brebes Timur-Tegal-Pemdlang sepanjang 37 km. Ruas tol tersebut telah dimanfaatkan untuk mendukung mudik‘beberapa waktu lalu. ’’Tinggal menunggu jadwal Presiden (untuk meresmikannya),” ujar Basuki.
Secara terpisah, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani menambahkan, Tol Medan-Tebing Tinggi Seksi I tersebut sudah rampung dan telah menjalani uji laik operasional.

Kini, selain menunggu pengoperasiannya, PT Jasamarga Ku- alanamu Tol sebagai operator tol tersebut mesti menyelesaikan satu seksi yang tersisa, yakni Seksi VII antara Serampah dan Tebing Tinggi. ’’Panjangnya cuma 9 km dan semestinya bisa selesai akhir tahun ini,” kata Desi.

Saat ini, lanjut Desi, pihaknya tengah berkonsentrasi untuk mulai membangun ruas Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 172 km dan akan menelan investasi hingga Rp 23,39 triliun.

Menurut Desi, penetapan lokasi jalan tol yang merupakan proyek strategis nasional tersebut akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, penetapan lokasi dilakukan sepanjang 30 km di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Selain proyek pemerintah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga mengusulkan pembangunan tol prakarsa badan usaha, yakrti ruas Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 184 km. Tol tersebut memerlukan investasi hingga Rp 46,6 triliun.
’’Ruas itu akan dibangun secara bertahap, tidak sekaligus. Dibangun lebih dulu untuk sisi Gedebage dan Tasikmalaya dulu,” ujar Desi. (NAD)

 

menu
menu