Sumber berita: KONTAN, NO 3349 THN 12, RABU 6 JUNI 2018

Sumber foto: KONTAN, NO 3349 THN 12, RABU 6 JUNI 2018

BI-Pemerintah Perkuat Koordinasi

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah perkuat koordinasi dalam pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Koordinasi dilakukan untuk pengendalian harga dan menjaga ketersediaan pangan pokok di tingkat masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI Reza Anglingkusu- mo mengatakan, terkendalinya inflasi pangan didukung oleh kebijakan penguatan regulasi yang mertcakup kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi. Di antaranya, penguatan regulasi tanda daftar pelaku usaha distribusi (TDPUD), kebijakan pasokan, kebijakan stabilisasi harga bagi pelaku usaha di pasar untuk beberapa komoditas, penataan dan pembinaan gudang melalui pengecekan kondisi stok/pasokan di gudang BULOG/pelaku usaha, serta perdagangan antarpulau.

Kedua, koordinasi antaraTerkendalinya inflasi pangan kerja sama pemerintah pusat daerah dan BI. Di pusat, Kemendag keluarkan berbagai kebijakan terkait

| penguatan regulasi.J REZA ANGUNGKUSUMO Direktur DKEM BI

pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi terkait dan pelaku usaha untuk membahas upayapemenuhan stok, evaluasi harga pangan dan kebijakan yang ditempuh dalam pengendalian harga, serta fasilitasi perdagangan antarpelaku usaha dan BULOG dalam rangka mendorong peningkatan volume perdagangan antarwilayah.

“Lalu ketiga, pemantauan dan pengawasan stabilisasi bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan
ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk pen- distribusianbahanpokok,” kata Reza di Jakarta kemarin.

Keempat, melakukan penetrasi pasar dalam bentuk pasar murah di pasar tradisional, pasar modern, dan gedung pemerintah. "Terkendalinya inflasi pangan kerja sama pemerintah pusat daerah dan BI. Di pusat, Kemendag keluarkan berbagai kebijakan terkait penguatan regulasi,” paparnya.

Adapun menjelang Idul Fitri, inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Mei 2018 tetap terkendali sebesar 3,23% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan lalu sebesar 3,41% (yoy). Terkendalinya inflasi IHK didukung oleh tetap rendahnya inflasi inti sebesar 2,75% (yoy) dan melambatnya inflasi administered price dan volatile food masing-masing sebesar 3,61% (yoy) dan 4,33% (yoy).

Menurut Reza, terkendalinya inflasi inti tidak terlepas dari konsistensi kebijakan yang ditempuh BI dalam mengarahkan ekspektasi inflasi termasuk
menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

“Inflasi administered price terutama didorong oleh kenaikan inflasi angkutan udara menjelang Idul Fitri, sedangkan inflasi volatile food terutama bersumber dari komoditas daging ayam ras dan telur. Sementara komoditas cabai merah, bawang putih, beras, dan cabai rawit mencatat deflasi seiring dengan stabilnya pasokan,” papar dia.

Kedepan, BIdanpemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dalam rangka mencapai sasaran inflasi jangkamenengahsebesar3,5%+ 1% di 2019, serta 3% ±1% di 2020 dan 2021. Asisten Deputi Moneter Kemenko Perekonomian Edi P Pambudi pun sangat optimistis menjelang Idul Fitri nanti inflasi bisa lebih terkendali.

“Kitabawake arah yang lebih rendah, kita juga support kelangkaan yang pasokan di daerah- daerah yang langka saat ini,” paparnya.

t kunthi fahmar sandy

menu
menu