Sumber berita: KOMPAS, NO 036 THN KAMIS 02 AGUSTUS 2018

Sumber foto: INFOGRAFIK: KARINA

Biodiesel Bisa Hemat Devisa

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah segera merealisasikan kebijakan untuk menghemat devisa melalui perluasan kewajiban penggunaan bahan bakar nabati atau biodiesel 20 persen. Kebijakan yang disebut dengan B20 yang berlaku mulai 1 September 2018 itu diproyeksikan bisa menghemat devisa 3,4 miliar dollar AS.

Dengan nilai tukar berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Rabu (1/8/2018), sebesar Rp 14.442 per dollar AS, penghematan itu setara dengan Rp 49,102 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kebijakan B20 diberlakukan mulai 1 September 2018 setelah peraturan presiden dan peraturan menteri energi dan sumber daya mineral resmi terbit. Saat ini skema pelaku usaha yang diizinkan mencampur minyak sawit dengan bahan bakar solar masih dibahas.

”Tergantung Presiden mau lebih cepat atau bagaimana. Intinya, semua siap untuk pelaksanaan B20,” kata Darmin seusai rapat koordinasi membahas percepatan implementasi B20 di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu.

Peraturan presiden akan memuat ketentuan penggunaan B20 di sektor pelayanan publik (PSO) dan non-PSO, serta pemberian insentif untuk non-PSO. Menurut Darmin, perluasan kewajiban penggunaan B20 berlaku untuk semua sektor, seperti industri manufaktur, tambang, kereta api, dan kapal laut. Pemerintah berjanji memberi waktu bagi pengusaha untuk menerapkan B20.

Selain menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, percepatan B20 juga untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan.

Pada Januari-Juni 2018, neraca perdagangan minyak dan gas bumi (migas) defisit 5,4 miliar dollar AS. Defisit ini lebih dalam dibandingkan periode yang sama pada 2017, yang sebesar 4 miliar dollar AS.

Dalam rapat terbatas Juli lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan kekecewaannya lantaran program mandatori biodiesel yang dicanangkan sejak 2015 berjalan lambat. Untuk mempercepat pemanfaatan biodiesel, pemerintah memperluas mandatori biodiesel mencakup sektor lain di luar PSO. Untuk itu, sejumlah regulasi terkait pemanfaatan biodiesel akan diubah.

Konsumsi masyarakat
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengatakan, penghematan devisa dari penggunaan B20 bisa mencapai 3,4 miliar dollar AS.

”Prediksi penghematan devisa ini sangat bergantung pada konsumsi masyarakat. Kita tidak bisa memaksa mereka pakai solar,” kata Rida.

Pemanfaatan B20 juga diperkirakan bisa menghemat 4 juta kiloliter (kl) solar impor hingga akhir tahun ini. Jika pertumbuhan ekonomi terus membaik, penghematan impor bisa mencapai 6,2 juta kl pada 2019.

Keputusan mempercepat dan memperluas mandatori biodiesel diambil karena pemerintah meyakini dapat memperbaiki neraca perdagangan.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto, dalam jangka pendek, penggunaan B20 tidak terkait kebijakan BBM standar Euro 4. (KRN)

menu
menu