Sumber berita: KOMPAS, NO 328 THN 53, SENIN 4 JUNI 2018

Sumber foto: KOMPAS, NO 328 THN 53, SENIN 4 JUNI 2018

Bogor-Ciawi Jadi Alternatif

Perumahan Baru


 

 

 
  

 

JAKARTA, KOMPAS - Jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bo- cimi yang dilanjutkan hingga tersambung di Tol Padalarang akan menjadi jalur tol alternatif dari Jakarta menuju Bandung. Sebab, Jalan Tol Purwakarta-Bandung- Cileunyi atau Purbaleunyi dinilai mulai jenuh.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zu- na di Jakarta, akhir pekan lalu, menyatakan, Jalan Tol Purbaleunyi didesain hanya untuk dua lajur. Sementara kendaraan dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek 3-4 lajur. Jika tidak diantisipasi, Purbaleunyi akan penuh. ’’Padahal, interaksi kedua kota sangat tinggi,” ujarnya

Konsesi Tol Bocimi dipegang oleh PT Trans Jabar Toll. Saat ini, konstruksi masih berlangsung di Seksi I antara Ciawi-Cigombong.

 

Tol sepanjang 54 kilometer ini direncanakan beroperasi paling lambat tahun 2019.

Sebelumnya, ruas tol Suka- bumi-Ciranjang-Padalarang direncanakan menjadi satu ruas tersendiri. Namun, proses agar sebuah ruas dapat dilelang dan mendapatkan badan usaha yang akan membangunnya membutuhkan waktu yang panjang, sampai tiga tahun. Sementara kebutuhan jalur baru sudah mendesak.

Oleh karena itu, pembangunannya dibagi dua. ’’Jadi, dari Sukabumi akan diperpanjang sampai Ciranjang. Sementara dari arah sebaliknya, PT Jasa Marga selaku BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) Purbaleunyi yang akan menyambung dari Padalarang ke Ciranjang. Pembangunan jalur ini akan mengembangkan juga
koridor Sukabumi dan daerah yang dilalui,” ujar Herry.

Menurut Herry, pemerintah bertanggung jawab atas pembebasan lahan terkait penambahan panjang jalan tersebut. Meski ruas Sukabumi-Ciranjang-Padala- rang dikabarkan tidak termasuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN), pihaknya sampai sekarang belum menerima daftar PSN yang baru. Proses pembebasan lahan pun jalan terus.

Sementara itu, Direktur PT Trans Jabar Toll M Sadali mengatakan, pihaknya mendapat tugas dari pemerintah untuk melanjutkan proyek Jalan Tol Bocimi. Tidak hanya berhenti di Sukabumi, tetapin sampai ke Ciranjang. ’’Saat ini sedang diproses ruas Bocimi sampai ke Ciranjang,” kata Sadali.

Menurut Direktur Utama PT

 

Waskita Toll Road Herwidiakto, jalur tol lain menuju Bandung sudah diperlukan karena ruas tol yang ada saat ini sudah padat. Meski demikian, pembangunannya perlu investasi lebih banyak, terutama karena kondisi tanah yang berbukit sehingga perlu banyak konstruksi jembatan. Dengan adanya penambahan panjang jalan hingga Ciranjang, biaya investasi diperkirakan bertambah dari sekitar Rp 8 triliun menjadi Rp 15 triliun.

Talangan

Secara terpisah, Direktur Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (LM- AN) Rahayu Puspasari mengatakan, selain mengganti talangan yang telah disalurkan badan usaha jalan tol, LMAN juga membayar biaya dana atas talangan.

 
  



Sampai saat ini biaya dana yang telah dibayarkan mencapai Rp

Biaya dana tersebut dibayarkan dengan memperhitungkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan periode waktu antara talangan disalurkan dengan waktu penggantian talangan oleh LMAN. Biaya dana Rp

  • miliar tersebut disalurkan

untuk ruas' Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran,       Kunciran-Ser

pong, Gempol-Pasuruan, Nga- wiKertosono, Surabaya-Mojo- kerto, Bakauheni-Terbanggi Besar IV, dan Pekanbaru-Kan- dis-Dumai.

’’Sisa biaya dana yang belum dibayarkan dipicu perbedaan nilai hasil rekonsiliasi BUJT-BPJT dan verifikasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan,” kata Puspasari. (NAD)

menu
menu