Sumber berita: KOMPAS, NO 027 THN 54, SELASA 24 JULI 2018

Sumber foto: Suara.com

Bulungan Belum Layak

Ombudsman Republik Indonesia menilai Gedung Olahraga Bulungan belum layak untuk menyelenggarakan pertandingan voli pada Asian Games 2018.

JAKARTA, KOMPAS - GOR Bulungan, Jakarta Selatan, mendapatkan rapor merah dari Ombudsman RI. Ombusman meminta Panitia Penyelenggara Asian Games Indo'nesia (Inasgoc) memperbaiki kekurangan sebelum laga pertama bola voli digelar pada 19 Agustus 2018.

Evaluasi Bulungan merupakan salah satu hasil survei Ombudsman pada 30 Juni-1 Juli 2018 terhadap kesiapan penyelenggaraan Asian Games di 24 arena di Jakarta dan Palembang. Dari survei itu, 10 arena sudah layak, 13 masih perlu perbaikan, dan 1 belum layak, yakni Bulungan.

GOR Bulungan mendapat nilai 33,3 dari nilai maksimal 100. Arena pertandingan voli itu hanya memenuhi syarat 25 persen pada kategori keamanan dan keselamatan pengunjung serta 42 persen untuk persiapan sarana umum.

Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala, mengatakan, persoalan yang cukup krusial adalah kurangnya kursi penonton. Jumlah kursi di Bulungan hanya muat untuk 1.000 orang.

Sementara itu, syarat dari Dewan Olimpiade Asia (OCA), arena voli minimal berkapasitas 2.000 orang. Sampai saat ini, belum ada penambahan kursi penonton. ’’Inasgoc berjanji kepada kami akan melengkapi yang masih kurang,” ucap Adrianus saat merilis survei di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Kenyamanan dan keselamatan penonton juga bermasalah. Tidak ada fasilitas penting seperti sarana parkir, penerangan, toilet
pengunjung, kamera CCTV, pintu darurat, klinik, dan pos keamanan serta petugas keamanan. ’’Jika ada pun, masih perlu renovasi,” kata Adrianus.

Penuhi syarat
Menanggapi survei, Wakil Direktur Operasi Permainan Inasgoc Natsir Gunansyah menuturkan akan segera menindaklanjuti survei Ombudsman. ’’Mulai besok (Selasa), kami akan mengeijakan yang masih belum memenuhi syarat, seperti pengerjaan toilet dan ruangan lainnya,” ucapnya.

Namun, Inasgoc tidak menjamin dapat menambah kapasitas arena menjadi 2.000 penonton karena luas arena yang terbatas. Natsir mengatakan, OCA alum memahami hal itu
karena Bulungan adalah arena pengganti karena itu tidak bisa sebesar dan selengkap arena utama, yakni Tennis- Indoor Senayan. Sebelumnya, arena kedua yang ditunjuk untuk bola voli adalah GOR Pertamina Simprug.

Kesadaran untuk pemenuhan fasilitas difabel juga masih rendah. Dari total 24 arena yang digunakan selama Asian Games, hanya 4 arena yang sudah ramah disabilitas. Sementara itu, 6 arena baru akan menyediakan dan 14 arena tidak ramah disabilitas.

’’Khusus untuk ramah disabilitas ini jangan ukurannya jumlah. Karena penonton difabel pasti lebih sedikit ketimbang normal. Tetapi, kembali pada hakikat bernegara bahwa mereka adalah warga negara Indonesia,” tutur Adrianus.

Perusakan Jakabaring
Sekretaris PT Jakabaring Sport City Mirza Z Mursalin mengatakan, perusakan 335 kursi tidak mengganggu persiapan Stadion Gelora Jakabaring untuk pertandingan sepak bola wanita Asian Games. ’’Kami sudah mulai memperbaiki. Sekarang tinggal tersisa puluhan kursi yang perlu diganti,” katanya. PT JSC menjamin saat ini Stadion Jakabaring steril dari keperluan umum. Stadion hanya fokus untuk perbaikan dan perawatan.

Di luar persiapan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nah- rawi sedang mencermati indikasi dalam kasus perusakan. Jika diketahui ada unsur kesengajaan, ia meminta pelaku ditindak tegas karena merusak fasilitas negara.(WER/RAM/E10/KEL)

 

menu
menu