Sumber berita: KONTAN, NO 3368 THN 12, KAMIS 05 JULI 2018

Sumber foto: Top Metro News

Bunga Layu, Deposito Ditinggalkan

DPK deposito hanya tumbuh 5,4% di bulan Mei 2018

JAKARTA. Bunga simpanan yang belum melaju memberi dampak pada perlambatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Akibatnya, pertumbuhan simpanan giro dan deposito tidak dapat lari kencang seperti tabungan.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pertumbuhan DPK sebesar 5,4% atau senilai Rp 5.141,0 triliun per Mei 2018. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan DPK 7,4% atau Rp 5.142,4 triliun pada bulan April 2018.

Tak hanya bunga deposito yang turun, pelambantan DPK juga karena ada peningkatan kebutuhan masyarakat. Terbukti, rasio konsumsi dan cicilan terhadap pendapatan meningkat, sementara proporsi pendapatan konsumen yang disimpan turun.
Budi Satria, Direktur Bank Tabungan Negara (BTJ4) mengatakan, pihaknya belum menaikkan bunga deposito meskipun bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah naik 100 bps. "Mungkin awal Agustus nanti akan dinaikkan," katanya kepada KONTAN, Rabu (4/7).

Kajian awal, bank berpelat merah ini akan mengerek bunga deposito sekitar 25 bps. Saat ini, bunga deposito BTN berada di level 6,5%.

Kondisi bunga tersebut memberikan pengaruh pada penghimpunan dana BTN. Tercatat, DPK tumbuh 16,35% atau senilai Rp 172,43 triliun per Mei 2018. Ini lebih rendah dari pertumbuhan 20,94% atau senilai Rp 177,16 triliun di April 2018.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga mengalami hal yang sama. BRI membukukan pertumbuhan dana 6,13% atau senilai Rp 782,68 triliun per Mei 2018. Sedangkan, DPK tumbuh 12,66% dengan nilai Rp 784,04 triliun di April 2018. "Bunga deposito belum dinaikkan. Masih sedang di-re- view," ucap Direktur Konsumer BRI Handayani. Namun, ia belum dapat merinci kisaran kenaikan bunga deposito seberapa besar, karena akan diputuskan di rapat direksi.

Sementara itu, Jan Hendra, Sekretaris Korporasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menuturkan, telah menaikkan bunga 75 bps sepanjang tahun ini. Saat ini, tingkat bunga deposito bank ini berada di level 6,5%.

Kenaikan bunga telah menolong pertumbuhan dana. Bank yang terafiliasi oleh Grup Djarum ini mencatat pertumbuhan DPK sebesar 9,03% atau senilai Rp 603,66 triliun per Mei 2018, atau lebih tinggi dari pertumbuhan 7,62% atau senilai Rp 588,85 triliun di April 2018.

menu
menu