Sumber berita: REPUBLIKA, NO 143 THN 26, RABU 6 JUNI 2018

Sumber foto: REPUBLIKA, NO 143 THN 26, RABU 6 JUNI 2018

Bupati Purbalingga Resmi Tersangka

  • DIAN FATH RISALAH

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Purbalingga Tasdi (TSD) sebagai tersangka kasus dugaan suap, Selasa (5/6). "Menetapkan TSD sebagai tersangka tindak korupsi menerima hadiah atau janji oleh Bupati Purbalingga, terkait pengadaan barang dan di pemerintahan Kabupaten Purbalingga," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Selasa (5/6) malam.

Dari hasil operasi tangkap tangan (OTT), Senin (4/6), terhadap enam orang di beberapa tempat di Purbalingga dan Jakarta, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan lima orang tersangka. Selain TSD, KPK menetapkan Hadi Iswanto (HIS), kabag ULP Pem- kab Purbalingga, sebagai penerima suap. Sementara, sebagai pemberi suap, KPK menetapkan Hamdani Ko- sen, Librata Nababan, dan Ardiwinata Nababan dari pihak swasta.

Agus menjelaskan, pemberian suap
tersebut disinyalir bagian dari komit- men fee sebesar Rp 500 juta yang telah disepakati kedua belah pihak dari pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap kedua tahun 2018 senilai Rp 22 miliar. Pembangunan Purbalingga Islamic Center iturmerupakan proyek tahun jamak yang dikeijakan selama tiga tahun dari 2017 hingga 2019 senilai total Rp 99 miliar.

"Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee sebesar 2,5 persen dari total nilai proyek, yaitu sebesar Rp 500 juta," tutur Agus.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, tim KPK mengamankan uang tunai Rp 100 juta dan mobil Avanza yang digunakan HIS saat menerima uang sebagai barang bukti. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengungkapkan, saat akan mengamankan barang bukti, uang di dalam tas plastik sempat disembunyikan.

"Tim sempat berkejaran sampai terjadi kerusakan barang bukti yang kita yakini ada di mobil di Purbalingga kemarin. Sikap yang membawa uang
sempat tidak kooperatif. Uang ditemukan meskipun sempat disembunyikan," ungkap Febri.

Sebelumnya, KPK melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Purbalingga Tasdi sejak Selasa (5/6) pagi. Selain Tasdi, KPK juga memeriksa tiga orang lainnya yang ikut diciduk bersama Tasdi di Purbalingga, yakni seorang pihak swasta, seorang pejabat Unit Lelang Pengadaan (ULP), dan seorang ajudan. Dalam operasi senyap tersebut, KPKjuga mengamankan sejumlah uang.

Selain di Purbalingga, tim penindakan KPKjuga menangkap dua orang pihak swasta di Jakarta. Total yang diamankan menjadi enam orang: KPK, sambung Febri, menduga telah terjadi transaksi dugaan suap kepada Tasdi. Diketahui, Bupati Purbalingga Tasdi resmi menjabat sejak 15 Februari 2016. Selain itu, Tasdi juga sempat menjabat sebagai wakil bupati Purbalingga 2014- 2015. Saat ini dia juga sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga periode 2015-2020. ■ ed: agus raharjo

 

 

menu
menu