Sumber berita: KOMPAS, NO 036 THN KAMIS 02 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI | Sejumlah buruh membersihkan bawang merah yang siap diekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara, Jumat (18/8), di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 5.600 ton bawang merah ditargetkan diekspor pada tahun ini oleh PT Bawang Merah Indonesia Sejahtera.

Cetak Dollar, Menteri Amran Ekspor Bawang Merah ke Thailand 5.600 Ton

Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas ekspor bawang merah ke Thailand. Memasuki panen raya Juni- Agustus, bawang merah yang dihasilkan petani di Kabupaten Brebes, yang merupakan sentra bawang merah terbesar di Indonesia, tak hanya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Komoditas tersebut juga diekspor bawang merah ke Thailand, kali ini sebesar 5.600 ton dari target 9.000 ton untuk tahun ini.

Hari ini kita membuktikan lagi kepada dunia. Dulu kita impor bawang merah dari Thailand, sekarang kita balikkan ekspor ke negara tersebut. Ini adalah ‘serangan balik’ karena target ekspor naik 100 persen. Ini juga mencetak dollar, seperti arahan khusus Presiden Jokowi,” ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat melepas truk kontainer ekspor bawang merah, di Brebes, Rabu (1/8/2018).

Amran mengatakan bersama Dirut Bulog Budi Waseso, Kementan akan bekeija lebih cepat dan siap bekerja sama meningkatkan pertanian Indonesia serta'dengan tegas menolak impor masuk ke Indonesia. Ekspor bawang merah yang terus berlanjut ini, terang Amran, membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya berhasil mewujudkan swasembada, tetapi juga mewujudkan kedaulatan bawang merah. Tercatat, sejak 2016' hingga saat ini, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor bawang merah, akan tetapi terus mencatatkan diri sebagai pengekspor bawang merah.

Ekspor bawangmerah ke1Thailand merupakan prestasi besar pembangunan pertanian di era pemerintahan Jokowi-J K. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2014 Indonesia masih mengimpor bawang merah sebesar 74.903 ton. Pada 2015, total impor sebesar 17.429 ton, tetapi pada 2016 tidak ada impor bawang merah, bahkan mampu mengekspor 735 ton serta pada tahun 2017 Indonesia telah berhasil ekspor 7-750 ton bawang merah naik 93,5 persen.

“Prestasi ini menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia membalikkan keadaan, yang semula importir menjadi negara eksportir bawang merah ke beberapa negara ASEAN,” tegasnya.

Pada 2016, luas panen bawang merah Indonesia mencapai 149,6 ribu hektar dengan produksi mencapai 1,45 juta ton serta luas tanam naik menjadi 22,5 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2017, target produksi bawang merah 1,47 juta ton naik 1,7 persen dari tahun 2016.,

“Sudah ada 5 komoditas pertanian termasuk bawang merah yang berhasil kita ekspor, dan dilakukan dalam jangka waktu yang singkat,” ujar Amran.
Dalam kesempatan tersebut Dirut Bulog Budi Waseso mengatakan pemerintah harus meningkatkan kualitas komoditas pertanian. Dirut Bulog memiliki 3 tugas, yaitu menyerap produk petani dan membeli dengan harga yang menguntungkan petani, lalu menjaga stok ketersediaan bahan yang dibutuhkan masyarakat dan yang terakhir adalah menstabilkan harga petani dan konsumen sehingga dalam hal ini sumber kehidupan kita adalah petani.

Selain Brebes, masih banyak lokasi sentra kawasan bawang merah, antara lain Cirebon, Bandung, Majalengka, Garut, Demak, Tegal, Nganjuk, Probolinggo, Sampang, Pamekasan, Bima, Sumbawa, Lombok Timur, Tapin, dan beberapa daerah sentra lainnya. (CADV/"3)

menu
menu