Sumber berita: KOMPAS, NO 006 THN 54, RABU 04 JULI 2018

Sumber foto: matamatapolitik

China Keluarkan Peringatan Keamanan

BEIJING, SELASA — Pemerintah China telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan China terkait isu perang dagang dan perselisihan lainnya di antara kedua negara.

Peringatan itu dikeluarkan akhir pekan lalu dan diunggah di situs Kedutaan Besar China di Washington, AS. Peringatan itu menyentuh isu-isu mulai dari biaya yang mahal untuk perawatan medis di AS hingga pentingnya menjaga diri terhadap kejahatan dan serangan teroris, serta keimigrasian dan. Bea Cukai.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, Selasa (3/7/2018), mengatakan, Pemerintah China hanya memenuhi tugasnya untuk memperingatkan wisatawan China yang akan berkunjung ke AS mengenai ’’potensi bahaya” di AS karena memburuknya hubungan kedua negara.

Sebagaimana diberitakan, Jumat mendatang, AS akan mengenakan peningkatan tarif untuk produk impor asal China. Kebijakan itu dimaksudkan untuk menghukum China atas dugaan praktik perdagangan yang tidak adil. Presiden AS Donald Trump pun telah menuduh China, yang secara tidak adil memperoleh teknologi AS dan membatasi akses pasar untuk -perusahaan keuangan dan teknologi. Namun, klaim tersebut disangkal China. Gesekan China dan AS juga teijadi untuk isu Laut China Selatan dan Taiwan.

Perang dagang
Pemerintah China mengatakan, mereka ’’siap sepenuhnya” untuk perang dagang melawan AS jika' hal itu sungguh-sungguh dimulai pada Jumat mendatang. Harapan agar kedua raksasa ekonomi bisa mencapai terobosan pada minggu ini menipis karena Washington mulai mengenakan tarif senilai 34 miliar dollar AS (Rp 488 triliun) untuk impor China. Beijing pun bersiap membalas dengan tarif yang sama untuk barang-barang AS.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Selasa kemarin bahwa China akan ’’sepenuhnya siap untuk mengambil paket tindakan yang diperlukan” guna melindungi kepentingan nasionalnya. Perusahaan AS mulai dari pabrik penyulingan wiski hingga pembuat mobil, seperti Ford dan Tesla, akan terpukul jika China memberlakukan langkah balas dendam terkait tarif perdagangan ini.

Berisiko tinggi
Perang dagang yang akan dimulai antardua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu berisiko tinggi. Ketegangan antarkedua negara pun akan meningkat dengan cepat.

’’Saya melihat kedua negara mengalami ’tabrakan’ dalam beberapa hari terakhir. Sepertinya kedua belah pihak saling menggali kekurangan,” kata Ashley Craig, kuasa hukum perdagangan di Venable LLP. Craig mengajak untuk menyimak apa yang teijadi minggu ini dan kemungkinan dampaknya.

Mulai Jumat, AS akan mengenakan pajak terhadap 818 produk China senilai 34 miliar dollar AS (Rp 488 triliun) setahun dari daftar asli. AS tidak akan menargetkan 284 tambahan, senilai 16 miliar dollar AS (Rp 230 triliun), sambil menunggu komentar publik lebih lanjut.

Jika AS mulai mengenakan pajak impor China pada Jumat, Beijing berencana memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk 545 produk AS, mulai dari kedelai dan lobster hingga kendaraan sport dan wiski. Nilainya mencapai 34 miliar dollar AS per tahun. China pun sedang mempertimbangkan tarif lanjutan pada tambahan 114 barang AS, senilai 16 miliar dollar per tahun.
(AP/LOK)

menu
menu