Sumber berita: INVESTOR DAILY, KAMIS 7 JUNI 2018

Sumber foto: INVESTOR DAILY, KAMIS 7 JUNI 2018

DPR Minta EOR Segera Diterapkan

JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera menerapkan kegiatan pengurasan tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) di lapangan migas. EOR merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan produksi migas nasional, lantaran cadangan migas yang terambil bisa mencapai 70 pe^pen dibanding cara biasa hanya 30%.

Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mengatakan pemerintah telah membayar uji coba dan proyek percontohan EOR selama ini. Salah satunya terhadap program EOR yang dilakukan oleh PT Chevron Pacific Indonesia di Blok Rokan. Namun hingga kini Chevron belum menerapkan EOR tersebut.

“Sudah dibayar ke Chevron, situasi waktu itu saya ingat alasannya harga minyak rendah itu belum ekonomis diterapkan,” kata Gus Irawan dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Selasa (5/6).

Di tempat yang sama, Anggota Komisi VII DPR Kurtubi menuturkan saat ini harga minyak sudah tinggi sehingga tidak bisa lagi menjadi alasan menunda penerapan EOR Kala itu Chevron beralasan EOR tidak ekonomis diterapkan lantaran harga minyak terpuruk. Kurtubi meminta Chevron segara menerapkan metode EOR melalui injeksi bahan kimia berupa surfaktan secara full scale atau berskala penuh ke sumur minyak di lapangan Minas.

“Pemerintah mendesak lewat SKK Migas agar Chevron implementasikan hasil eksperiman pilot project EOR surfaktan yang sudah bertahun-tahun supaya diterapkan karena harga minyak kan sudah tinggi nih. Tempo hari alasannya tidak diterapkan karena harga minyak tidak ekonomis,” ujarnya.

Politisi Nasional Demokrat itu menegaskan pemerintah berhak meminta lantaran program EOR itu sudah di cost recovery. Dia menyebut Lapangan Minas merupakan lapangan migas terbesar di Indonesia. Berdasarkan data SKK Migas rata-rata produksi Chevron hingga Mei yang ditopang dari blok Rokan sebesar 204,555 Barel Oil Per Day (BOPD). Oleh sebab itu sumbangan lifting dari Blok Rokan sangat diperlukan.

Kurtubi kemudian meminta menerapkan penerapan EOR full scale sebagai syarat utama jika Chevron mau memperpanjang kontrak Blok Rokan. Pasalnya masa berlaku kontrak akan berakhir pada 2021 nanti. “Negeri ini butuh tambahan lifting minyak. SKK Migas minta ke kontraktor bersangkutan harga minyak sudah tinggi tidak ada alasan lagi untuk menunda kecuali mau dipakai untuk bargain negosiasi untuk memperpanjang kontrak,” ujarnya.

Menteri Jonan mengungkapkan penerapan EOR memang menjadi salah poin utama untuk penilaian kontraktor mana yang akan mendapatkan hak kelola blok Rokan. “Makanya full scale EOR kami jadikan syarat untuk mereka mengajukan perpanjangan kontrak,” ujarnya, (rap)

 

menu
menu