Sumber berita: KOMPAS. N0 53 THN-54 SENIN 20 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kompas.com

Energi Asian Games 2018

Fritz E Simandjuntak
Sosiolog: Anggota Senate Indonesia Marketing Association

 

Indonesia adalah negara ketiga, di samping Thailand dan India, yang menjadi negara penyelenggara Asian Games lebih dari satu kali sejak 1951.

Bangkok empat kali, New Delhi dua kali, dan Jakarta dua kali menjadi tuan ramah Asian Games. Namun, kali ini penyelenggaraan dilakukan di Jakarta bersama Palembang dan beberapa kota lain seperti Banten, Bandung, dan Bekasi. Resminya memang hanya disebut Jakarta dan Palembang sebagai tuan ramah. Ini kali pertama pula penyelenggaraan Asian Games di dua kota.

Memanfaatkan momen
Tentu saja Indonesia harus mampu memanfaatkan momen Asian Games untuk beberapa hal. Pertama, membangun kembali karakter bangsa Indonesia seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa: gotong royong, toleran, ramah, dan bersahabat.

Dalam hal ini kita bisa meniru tindakan yang dilakukan suporter dan pesepak bola Jepang saat Piala Dunia di Rusia lalu. Mereka selalu membersihkan ruangan dan tempat duduk yang mereka tempati seusai pertandingan meskipun tim Jepang kalah.

Kedua, membangun citra bangsa (branding the nation). Tidak kurang dari 75 negara Asia dan luar Asia akan menyiarkan peristiwa Asian Games 2018 lewat televisi, baik siaran langsung maupun tidak langsung. Dengan jam siaran mencapai 4.000 jam, jumlah pemirsa televisi yang akan menonton diperkirakan 300 jutaan dari beberapa negara. Ini berarti media value yang akan kita dapatkan sangat besar.

Pada Piala Dunia 2014 di Brasil dengan jumlah penonton televisi 3,2 miliar orang, Brasil mampu menghasilkan media value sekitar 23 miliar dollar AS atau Rp 322 triliun. Vladimir Putin sebenarnya bukan penggemar sepak bola Namun, tahun 2009, dia sangat mendukung Rusia menjadi tuan ramah Piala Dunia 2018. Putin lebih mengharapkan dampak citra bangsa. ’’Inilah Rusia yang sebenarnya,” kata Putin kepada dunia seusai Piala Dunia.

Kita juga harus memanfaatkan Asian Games 2018 untuk memastikan bahwa citra bangsa Indonesia di mata dunia meningkat. Meski demikian, Di sisi lain kita juga harus berhati-hati. Tidak seluruh jam siaran dari total 4.000 jam akan menyiarkan pertandingan yang berlangsung.
Saat dan luar pertandingan

Pasti ada juga yang menyiarkan situasi di luar pertandingan seperti tentang masyarakat Jakarta, Palembang, fasilitas penginapan, makanan dan transportasi, kesiapan panitia pelaksana dan sukarelawan, kebersihan kota, keunikan budaya, dan wisata. Serta banyak lagi yang akan digali oleh tidak kurang dari 5.000 war-‘ tawan yang datang meliput.

Jika 5 persen saja dari 4.000 jam mengupas hal negatif tentang penyelenggaraan Asian Games 2018, berarti jumlahnya sekitar 200 jam siaran. Jumlah ini sangat banyak dan akan merugikan kita sebagai tuan ramah. Belum lagi dengan liputan di media cetak dan beberapa media sosial lainnya Misalnya, cepatnya viral negatif soal tiang bendera asal-asalan, kali hitam, dan warna-warni cat penyeberangan jalan. Semua harus dihindari.

Ketiga, keberhasilan membangun citra bangsa akan sangat bermanfaat bagi peningkatan jumlah wisatawan dan minat berinvestasi ke Indonesia Kementerian Pariwisata memperkirakan Asian Games akan mendatangkan 10.000 atlet, 5.000 ofisial, 5.000 awak media, dan 150.000 penonton dengan penerimaan devisa bisa mencapai Rp 3 triliun.

Ambil contoh Piala Dunia Rusia yang laju, yang disikapi Pemerintah Rusia sebagai peluang mendatangkan 1,5 juta wisatawan dengan perolehan devisa 2 miliar dollar AS. Pemerintah Rusia secara khusus membebaskan visa selama penyelenggaraan dan melatih polisi serta sukarelawan berbahasa Inggris agar bisa memberikan servis terbaik kepada wisatawan.

Sewajarnyalah BKPM, Kadin, Hipmi, pelbagai asosiasi bisnis, juga para kepala daerah di seluruh Indonesia, memanfaatkan Asian Games 2018 sebagai ajang untuk menarik minat investor datang ke Indonesia sambil membuka peluang keija sama investasi. Buat investor bisa sekaligus melihat langsung pertandingan yang mereka minati, sambil mempertimbangkan bisnis.

’’Asian Games 2018” adalah energi. Energi yang akan memberikan inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk lebih kuat, lebih cepat, dan lebih maju. Semoga

 

 

menu
menu