Sumber berita: KOMPAS. N0 56 THN-54 JUMAT 24 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kompas.com

Fokus Stabilisasi Harga Beras hingga Juli 2019

PANGAN

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah akan fokus menstabilkan harga beras mulai bulan September 2018 hingga Juli 2019. Pengendalian dilakukan dengan mengoptimalkan serapan beras dalam negeri dan merealisasikan impor 2 juta ton beras hingga akhir tahun ini.

Stabilisasi harga beras hingga akhir tahun perlu dilakukan karena harga beras diperkirakan bergerak naik pada musim kemarau ini. Adapun pada awal tahun hingga Juli 2019, stabilisasi dilakukan karena musim panen baru teijadi pada Maret dan mempersiapkan kebutuhan beras pada Ramadhan-Lebaran pada Juni.

Menteri Perdagangan Enggar- tiasto Lukita ketika berkunjung ke kantor Redaksi Kompas, Kamis (23/8/2018), mengatakan, saat ini telah memasuki musim kemarau. Panen sangat terbatas sehingga harga beras mulai bergerak naik.

Stok beras pemerintah di Perum Bulog per 21 Agustus 2018 sebanyak 2,17 juta ton. Stok itu terdiri dari cadangan beras pemerintah hasil serapan dalam negeri 811.391 ton, beras impor 1,21 juta ton, dan beras komersial 148.663 ton.

’Stok serapan dalam negeri sangat sedikit. Hal tersebut menandakan panen sangat terbatas. Untuk menambah stok, pemerintah dalam rapat koordinasi terbatas memutuskan impor beras 2 juta ton tahun ini,” ujarnya

Menurut Enggartiasto, tanpa impor, stok beras pemerintah di Bulog tidak akan cukup memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Dengan serapan dalam negeri 811.391 ton dan kebutuhan beras per bulan 350.000 ton, stok itu hanya cukup untuk 2,3 bulan. Impor hanya dilakukan Bulog dengan sistem lelang.

Penyerapan beras dalam negeri oleh Bulog turun dalam sepekan terakhir. Sampai Kamis, realisasi pengadaan mencapai 2,4 juta ton. ’’Pengadaan dalam negeri 1,3 juta ton,” kata Se- kretliris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati.

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mencatat, realisasi pengadaan harian pada Kamis (9/8) 5.947 ton, sementara pada Senin (20/8) sekitar 4.955 ton. Kepala BKP Agung Hendriadi menyebutkan, realisasi pengadaan beras mencapai 1,336 juta ton.

Badan Pusat Statistik mencatat, Bulog telah mengimpor 1,18 juta ton pada Januari-Juli 2018. Secara total kuota impor mencapai 2 juta ton. (HEN/JUD)

 

menu
menu