Sumber berita: KONTAN, NO 3349 THN 12, RABU 6 JUNI 2018

Sumber foto: KONTAN, NO 3349 THN 12, RABU 6 JUNI 2018

Gaji Operasional Babinsa Naik771 %

JAKARTA - Kabar gembira bagi personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI di seluruh Indonesia. Pemerintah memutuskan untuk menaikkan pendapatan operasional mulai bulan depan. Tak tanggung-tanggung, kenaikan gaji operasional ini mencapai 771% dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelumnya gaji operasional terendah Babinsahanya Rp310.000 per bulan, dengan kenaikan ini mereka akan mendapatkan Rp2.700.00. Sementara untuk gaji tertinggi akan dinaikkan dari Rpl.335.000 menjadi Rp3.600.000. "Oleh sebab itu, Babinsa juga dimulai nantinya di bulan Juli akan ada kenaikan pendapatan operasional yang biasanya per bulan terendah itu Rp310.000, akan dinaikkan menjadi Rp2.700.000. Ini melompat 771%,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saatbukabersamadi Mabes TNI, id. kemarin.

Jokowi mengatakan bahwa keputusan menaikkan gaji operasional Babinsa ini didasarkan dari masukan banyak pihak. Menurutnya, keputusan ini akan disambut gembira oleh personel Babinsayangbertugas di desa-desa di seluruh pelosok Nusantara. “Tapi di sini tidak ada Babinsa kan. Tapi saya kira, seluruh Babinsa yang mendengar pengumuman ini akan sangat bergembira, terutama yang berada di pelosok-pelosok,” ujarnya.

Dia mengungkapkan alasan kenaikan tersebut adalah karena Babinsa bekerja di Delosok-pelosok Tanah Air. Selain itu, mereka menj adi garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Oleh sebab itu, merekalayak diberikan tun- j angan yang lebih,” ungkapnya.

Jokowi menegaskan kenaikan gaji operasional personel Babinsa TNI tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan politik. Upaya memberikan kenaikan gaji operasional Babinsa dilakukan demi memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi personelTNI. Apalagi, selama ini memang gaj i operasiotial Babinsa relatif kecil.

Dia mengatakan TNI jelas tidak boleh berpolitik. Politik TNI hanya politik negara untuk meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya. “Tidak boleh ke mana-mana. Sudah jelas. Sayatekankanberkali-kalikepa- da panglima dan kapolri. Selalu saya tekankan politik TNI dan Polri adalah politik untuk negara. Negara itu siapa rakyat, pemerintah yang sah,” tegasnya.

Selain itu, Presiden juga mengumumkan adanya kenaikan tunjangan kinerjabagiaparat TNI/Polri. Rencananya kenaikan tunjangan ini akan dimulai juga pada Juli mendatang. “Selain itu, juga akan saya umumkan mengenai kenaikan tunjangan kinerja atau tukin, yang akan diberikan juga di Juli, TNI/Polri semuanya naik jadi 70%,” kata mantan wali kota Surakarta itu.

Sementaraitu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku bersyukur atas peningkatan gaji operasional Babinsa TNI. Menurutnya, Babinsa merupakan aparat TNI yang bertugas paling depan. Mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk memecahkan berbagai persoalan yang ada.

Dirinya yakin jika kebijakan peningkatan gaji operasional ini akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan Babinsa. Dia menegaskan bahwa gaji operasional tersebut berbeda

 dengan biaya operasional. “Yang tadinya menerima sekian akan menerimalebihdari Rp3 juta. Ini harus disyukuri,” ungkapnya.

Hadi berharap dengan adanya kenaikan ini kinerja Babinsa dapat terus ditingkatkan, terutama dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat di pelosok Tanah Air. “Dulu- nyakegiatan yangbisa melayani masyarakat harus lebih ditingkatkan, dan tamu-tamu yang datang ke desa atau RT harus lapor 1x24 jam sehingga lebih intens. Kemarin sudah, nanti akan digiatkan lagi,” kata Hadi.

Ditanyakanapakahhaliniber- kaitan dengan pemilu, Hadi membantahnya. Menurutnya, sudahjelasbahwaTNI/Polri tidak berpolitik praktis. “Tidak ada, tidak ada ya. Kan sudah disampaikan bahwa TNI/Polri itu netral dan politik negarakatanya.

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung keputusan pemerintah menaikkan tunjangan bagi personel TNI/Polri. Menurutnya, kesejahteraan para prajurit TNI/Polri harus menjadi perhatian bersama. Khusus untuk gaji Babinsa, selama ini jauh dari mencukupi. Apalagi, saat ini dengan situasi ekonomi yang semakin sulit sehingga banyak harga kebutuhan pokok yang ju- gamengalamikenaikansehingga dibutuhkan penyesuaian pendapat bagi personel TNI/Polri.

“Dengangajiyangmereka terima sangat tidak cukup. Banyak yang mengeluhkan. Apalagi, ada kewajiban setiap hari mereka keliling rumah-rumah. Mereka sangat memprihatinkan. Maka dengan kenaikan ini, mereka ikut senang ada kenaikan,” katanya.

DPR, lanjut Bamsoet, akan mendukungsetiap upaya untuk menaikkan kesejahteraan bagi para prajurit, apalagi bagi personel TNI/Polri yang selama ini berhadapan langsung dengan masyarakat. Merekalah ujung tombak dari keamanan dan ketertiban sehingga sudah kewajiban pemerintah untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Pendapat personel TNI/ Polri harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi hari ini. Maka kami bersyukur jika pemerintah memutuskan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI/Polri melalui kenaikan gaji operasional,” katanya.

Bamsoet meminta jangan mengaitkan kebijakan ini dengan agenda politik baik pilka- da maupun pemilu serentak 2019. Menurutnya, tugas personel TNI/Polri dalam pesta demokrasi jelas yakni menjaga keamanan dan ketertiban sehingga pemilu berjalan lancar. Mereka tidak terlibat dalam upaya dukungmendukung atau memenangkan satu pasangan calon. “Tugas mereka menjaga ketertiban termasuk pesta demokrasi nanti apakah pilkada, pileg, atau pilpres,” tegasnya.

® dita angga

menu
menu