Sumber berita: KOMPAS, NO 033 THN 54, SENIN 30 JULI 2018

Sumber foto: Kompas.com

Gerindra-Demokrat Rapat Terpisah

Senin hari ini, Yudhoyono akan kembali bertemu dengan Prabowo. Menjelang pertemuan itu, semalam, Prabowo dan Yudhoyono menggelar pertemuan dengan elite partainya masing-masing.

JAKARTA, KOMPAS - Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang sedianya digelar di kediaman Prabowo, di Jakarta, Minggu (29/7/- 2018), ditunda menjadi Senin ini. Menjelang pertemuan itu, elite kedua partai politik menggelar rapat secara terpisah.

Di kediaman Prabowo, semalam, Dewan Pembina Gerindra menggelar rapat dengan dipimpin Prabowo yang juga menjabat ketua dewan pembina Gerindra Sementara Yudhoyono memimpin rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat di rumahnya

Mengacu pada Anggaran Dasar Partai Gerindra, Dewan Pembina Gerindra merupakan dewan pimpinan tertinggi Gerindra Sementara mengacu pada Anggaran Dasar Partai Demokrat, Majelis Tinggi adalah badan yang bertugas mengambil keputusan strategis partai, termasuk calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

’’Oleh karena Majelis Tinggi Demokrat sedang rapat, begitu pula Dewan Pembina Gerindra rapat, pertemuan Pak Prabowo dan Pak SBY ditunda besok (hari ini),” kata anggota Badan Komunikasi Gerindra, Andre Rosiade, kemarin.

Menurut dia, dalam rapat Dewan Pembina Gerindra, Prabowo berdiskusi dan menyerap masukan dari jajaran partainya terkait Pemilu Presiden 2019.

Belum memutuskan
Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Amir Syamsuddin memastikan rapat majelis tinggi yang digelar semalam belum memutuskan arah koalisi serta capres/cawapres yang akan diusung partainya di Pemilu 2019. ’’Masih ada proses untuk penjajakan koalisi,” ujarnya

Lagi pula menurut dia, rapat majelis tinggi yang digelar semalam baru rapat kedua yang digelar untuk membahas Pilpres 2019. Rapat pertama digelar pada awal Juli lalu. ’’Tidak mungkin majelis tinggi hanya rapat sekali atau dua kali kemudian mengambil keputusan,” katanya.

Majelis tinggi pun belum akan memutuskan karena masih menunggu hasil survei capres/ca- wapres oleh lembaga survei, yang diperkirakan keluar pada 4 Agustus. Survei dari eksternal ini nantinya akan dikombinasikan dengan hasil survei internal yang dilakukan DPD provinsi dan DPC kabupaten/kota Partai Demokrat untuk melihat tingkat kesukaan terhadap dua bakal capres yang ada, yaitu Presiden Joko Widodo dan Prabowo.

Dengan demikian, pertemuan Yudhoyono dan Prabowo hari ini, Amir melanjutkan, masih dalam rangka mematangkan kemungkinan untuk berkoalisi.

Hari ini, Yudhoyono juga akari bertemu Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman. ’’Agendanya sama, bagian dari penjajakan koalisi,” ujar Amir.

Sementara itu, pada Sabtu lalu, Presiden Joko Widodo mengundang pimpinan tiga partai pendukungnya yang ada di luar parlemen, yaitu Partai Solidaritas Indonesia, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, serta Partai Persatuan Indonesia, ke istana Bogor. Dalam pertemuan selama sekitar 1,5 jam itu, Jokowi meminta masukan bakal cawapres pendampingnya di Pemilu 2019. (APA/BOW)

 

menu
menu