Sumber berita: KOMPAS. N0 74 THN-54 RABU 12 SEPTEMBER 2018

Sumber foto: Kompas.com

Gerindra Minta Penjelasan Demokrat

PEMILU 2019

 

JAKARTA, KOMPAS - Partai Gerindra meminta penjelasan Partai Demokrat terkait polarisasi sikap politik internal partai yang menyebabkan dukungan Demokrat kepada bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno terpecah.

Rabu ini, Prabowo dan Sandia- ga akan bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk membicarakan sejumlah hal. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Selasa (11/9/2018), di Jakarta mengatakan, pertemuan salah satunya akan membahas soal dinamika internal Partai Demokrat.

”Pak Prabowo akan bertemu Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),' bahas bagaimana (strategi) pemenangan Pak Prabowo, bagaimana Demokrat solid tidak,” kata Muzani.

Meski demikian, polarisasi dukungan politik internal Partai Demokrat tidak terlalu dipermasalahkan. Muzani mengatakan, suatu partai selalu ada pembelahan sehingga tak ada yang be-, nar-benar solid. ’’Bagi kami, dalam demokrasi, biasa,” ujarnya.

•Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyampaikan, Gerindra masih meyakini Partai Demokrat tetap konsisten mendukung Prabowo-Sandiaga. Oleh karena itu, Gerindra meminta klarifikasi. ’’Nanti perlu dicek, apakah (pemberian dispensasi) itu keputusan partai? Sejauh ini kami optimistis Demokrat tidak main dua kaki,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah kader, fungsionaris, dan pengurus daerah Demokrat mendukung pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, padahal partainya mendukung Prabowo-Sandiaga bersama partai-partai lain. Sebut saja, Gubernur Papua dan Ketua DPD Partai Demokrat Papua Lukas Enembe, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, serta Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi mendukung Joko- wi-Ma’ruf. Begitu pula Gubernur Banten Wahidin Halim dan Ketua Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo.

Sejumlah pengurus Partai Demokrat bahkan mengatakan, salah satu opsi pemberian dispensasi beberapa pengurus daerah mendukung Jokowi-Ma’ruf merupakan kelonggaran. Pasalnya, partai ingin mengamankan per- olehan kursi dalam pemilu legislatif di beberapa daerah yang menjadi basis suara Jokowi-Ma’ruf, seperti Papua dan Sulawesi Utara.

Sementara itu, kubu Jokowi-Ma’ruf menyambut baik dukungan sejumlah elite Partai Demokrat. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani, mengatakan, para elite dan kepala daerah Partai Demokrat bisa diajak bergabung meskipun tidak masuk struktur inti tim kampanye nasional.

Pesan Sinta Nuriyah
Saat berkunjung ke kediaman Sinta Nuriyah Wahid, istri almarhum Abdurrahman Wahid, di Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (10/9), Sandiaga mendapat sejumlah wejangan. Selain memberdayakan masyarakat marjinal, Sandiaga diharapkan menjadi pemimpin amanah dan menjaga keberagaman. (AGE/E21)

 

menu
menu