Sumber berita: KOMPAS. N0 89 THN-54 KAMIS 27 SEPTEMBER 2018

Sumber foto: Kompas.com

Gus Dur dan Pengaruhnya

Ramainya tanggapan yang muncul seusai Yenny Wahid menyampaikan sikap politiknya pada Pemilu 2019 menunjukkan bahwa Gus Dur masih mempunyai pengaruh kuat di masyarakat.

Tak lama setelah Yenny Wahid, putri presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menyatakan mendukung pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin pada Rabu (26/9/2018), linimasa media sosial menjadi riuh. Pengaruh pemikiran Gus Dur yang melekat di masyarakat membuat dukungan dari keluarga dan kader Gus Dur masih diperhitungkan dalam ruang kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Beberapa jam sebelum Yenny menyampaikan sikap politiknya, KH Ma’ruf Amin sempat berkunjung ke kediaman keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta. Dengan kunjungan ini, semua calon presiden dan wakil presiden yang berkontestasi di Pemilu 2019 sudah menyambangi kediaman keluarga Gus Dur. Sebelumnya, secara terpisah, calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno serta calon presiden Joko Widodo juga bertamu ke sana.

Tidak berselang lama setelah Yenny menggelar jumpa pers untuk menyatakan dukungannya kepada pasangan Joko- wi-Ma’ruf, tagar #YennyWahid- ProJokowi menjadi topik terhangat Twitter di Indonesia Hingga pukul 20.00, Trends24.in mencatat, tagar itu masih menduduki jajaran atas topik terhangat Twitter di Indonesia. Pengguna Twitter mengomentari dukungan politik tersebut dengan beragam warna.

Namun, ada beberapa cuitan dan berita daring yang menyebut dukungan politik itu dilakukan Jaringan Gusdurian. Ini membuat putri Gus Dur Alissa Wahid melalui akun Twitter @AlissaWahid lalu menjelaskan melalui cuitan: ”Ini yang benar ya, twips: barisan Kader Gus Dur sebagai gerakan politik memilih bersama pak Jokowi & kyai Ma’ruf Amin. Kalau jaring- art@GUSDURians tetap tidak berpolitik praktis. Kami fokus pada memastikan kehidupan berbangsa memihak pada rakyat”.

Aktivis Jaringan Gusdurian, Syafiq Alielha, menuturkan, Jaringan Gusdurian yang dikoor- dinasi Alissa Wahid terbentuk dari keprihatinan terhadap kekerasan Cikeusik. Jaringan ini berisi orang-orang yang mendorong toleransi, pluralisme, dan fokus pada gerakan kultural. Anggotanya berasal dari beragam latar belakang, termasuk orang-orang yang berada di sejumlah partai politik.

"Kalau ada anggota yang berpolitik dipersilakan, tetapi tidak menggunakan kendaraan Jaringan Gusdurian, tidak mengajak komunitas. Ini karena komunitas ini terbentuk karena komitmen keberagaman, toleransi, dan perlindungan hak-hak minoritas,” paparnya.

Namun, Syafiq juga menyampaikan, tidak tepat jika ada yang membenturkan pernyataan Yenny yang mendukung pasangan calon dalam Pilpres 2019 dengan Alissa yang menyatakan Jaringan Gusdurian tidak berpolitik praktis. Sebab, keduanya ada dalam jalur yang berbeda. ’’Ibarat satu bus dan satu kereta. Tujuan politik semestinya menggunakan bus yang bisa belok kanan dan kiri. Jaringan Gusdurian seperti kereta yang ada jalurnya, tidak bisa belok-belok,” ujarnya.

Mengakar
Gus Dur bukan hanya presiden keempat Rl, tetapi juga tokoh yang dikenal dengan pandangan dan keberpihakan yang kuat terhadap toleransi dan keberagaman. Ia pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul yiama. Gus Dur juga dikenal sebagai salah satu tokoh reformasi. Pada 30 Desember 2009, Gus Dur meninggal. Namun, hampir satu dekade se- telahnya, sosok dan pemikiran Gus Dur masih mengakar dan berpengaruh di berbagai kelompok masyarakat di Indonesia.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai, sosok Gus Dur yang fenomenal serta dekat dengan pluralisme dan nasionalisme itu masih punya pengaruh terhadap masyarakat akar rumput, terutama mereka yang berpandangan sama mengenai pentingnya pluralisme dan keberagaman bangsa Indonesia.

Seberapa besar pengaruh Gus Dur dan keluarganya dalam 'pilpres mendatang? ’’Seberapa sig- jiifikan sulit dijawab kalau tidak ada datanya. Namun, ketika (capres-cawapres) datang berkunjung, artinya suara itu tetap diperhitungkan. Kelihatan kedua kubu (di Pilpres 2019) mengharapkan dukungan dari keluarga Gus Dur,” kata Aditya.

Akhirnya, dampak ini baru bisa diketahui setelah 17 April 2019 seusai pemilih memakai hak pijihnya di pemilu. (ANTONY LEE)

 

menu
menu