Sumber berita: KONTAN, NO 3385 TAHUN 12, RABU, 25 JULI 2018

Sumber foto: ekbis.sindonews.com

IHSG Ancang-ancang Kembali ke Posisi 6.000

Laporan kinerja emiten kuartal 11-2018 menjadi motor pendongkrak IHSG

JAKARTA - Laporan kinerja emiten semester pertama 2018 paling ditunggu investor saat ini. Sentimen kinerja ini berpeluang membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 6.000. Sebab, laporan kinerja dinilai sudah on track.
Dalam tiga hari terakhir, iHSG berhasil menguat. Kemarin, indeks ditutup di level 5.931,84.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Yosua Zisokhi menilai, hasil kinerja emiten rata-rata sudah sesuai dengan ekspektasi. "Sehingga indeks menjadi lebih murah," kata dia, kemarin.

Yosua memprediksi, sentimen laporan keuangan bisa mendorong indeks memasuki level psikologis 6.000 di akhir bulan ini. Di tengah ketidakpastian dari eksternal yang cukup besar, laporan keuangan ditunggu untuk melihat fundamental emiten. Apalagi asing sudah banyak keluar dari bursa domestik.

Kiswoyo Adi Joe, Kepala Riset Narada Asset Management, bilang, sejauh ini, laporan keuangan sesuai dengan ekspektasi. Ini yang membuat indeks rebound.
Misalnya, laporan keuangan sektor perbankan. Laba BBNI naik 16% semester 1-2018. "Jika saham perbankan terus naik, sangat mungkin IHSG kembali ke 6.000 di pekan ini," prediksi dia.

Analis Profindo Sekuritas Dimas Pratama melihat IHSG berpotensi mencapai level 6.000. Sejumlah sektor akan menyetir indeks, terutama konsumer, infrastruktur, aneka industri dan perbankan.

Meski begitu, Yosua menyatakan, sentimen ini hanya bersifat sementara. Agustus nanti, indeks berpotensi kembali masuk area konsolidasi. IHSG baru kembali positif di November.

Target bisa tercapai
Tapi, Senior Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar punya pendapat beda. Ia menilai, rilis laporan keuangan emiten semester satu, masih di bawah ekspektasi. Ilasil laporan keuangan belum optimal lantaran tertekan gejolak rupiah. "Rata- rata masih di bawah ekspektasi.

Ini belum stabil dan baru sebagian yang sudah keluar," kata dia Dengan kondisi tersebut, William menilai, belum saatnya IHSG kembali ke 6.000. Investor masih menunggu laporan keuangan emiten kapitalisasi besar. "Selama big cap belum merilis laporan keuangan, IHSG belum menyentuh level itu," ujar dia.

Meski begitu, William optimistis target IHSG akhir tahun masih bisa dicapai. Pihaknya mematok IHSG di 6.700. "Masih on track. Asian Games dan annual meeting IMF sanggup membawa IHSG capai target," kata dia.

Kepala Riset Ekuator Swarna Sekuritas David N. Sutyanto juga yakin IHSG akhir tahun mencapai 6.600. "Tapi, tidak bisa hanya mengandalkan laporan keuangan. Kuncinya kurs rupiah harus membaik," ucap dia.

Yosua menargetkan, di akhir tahun, indeks akan ada di 6.300. "Masih bisa beli saham infrastruktur, konstruksi, batubara," sarannya. Kiswoyo mematok indeks akhir tahun di 6.500. Ia merekomendasikan saham bluechip yang sudah di level bottom.

menu
menu