Sumber berita: KOMPAS. N0 43 THN-54 KAMIS 09 AGUSTUS 2018

Sumber foto: katadata.co.id

Indonesia-Jepang Kembangkan Industri

JAKARTA, KOMPAS–Pemerintah Indonesia dan Jepang akan bekerja sama dalam pengembangan industri berbasis Revolusi 4.0. Kerja sama itu dimulai dengan membentuk Indonesia Japan Business Network.

Kedua negara juga tengah membuat proyek bersama untuk menyiapkan Indonesia ketika berusia 100 tahun pada 2045.

Indonesia Japan Business Network (Ijbnet) diluncurkan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang Rachmat Gobel, sejumlah pengusaha Jepang dan Indonesia, serta pengurus Ijbnet.

Rachmat Gobel mengatakan, selama ini investasi Jepang di Indonesia tergolong penting. Sejumlah perusahaan Jepang telah lama menanamkan modal di Tanah Air. Kehadiran perusahaan Jepang memberikan perkembangan yang menarik bagi Indonesia. Peluncuran Ijbnet juga ditandai dengan simposium peluang kolaborasi bisnis Indonesia-Jepang di era Revolusi 4.0 dan pertemuan bisnis teknologi aplikasi Jepang yang cocok diadopsi di Indonesia.

“Melalui investasi, akan terjadi tranfer pekerjaan, kemudian transfer teknologi. Untuk transfer teknologi, harus terjadi lebih dulu pemahaman budaya kerja. Investasi Jepang di Indonesia selama ini telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkualitas. Dalam 15 tahun ke depan, tantangan Indonesia adalah terkait bonus demografi. Kita harus memanfaatkan bonus itu,” kata Gobel.

Masafumi Ishii mengatakan, investasi Jepang ditandai dengan kehadiran perusahaan Jepang di Indonesia, yang jumlahnya terus bertambah. Pada 2017, ada 1.911 perusahaan Jepang di Indonesia, meningkat dari 1.438 perusahaan pada empat tahun lalu.

“Lembaga Ijbnet digunakan untuk menjembatani kerja sama kedua negara, terutama dalam bidang revolusi 4.0. Tahun ini ketika kita merayakan 60 tahun hubungan diplomatik, sejumlah kerja sama telah dilakukan. Di bidang pertanian, kerja sama antara lain pertanian cerdas, yaitu pertanian dengan pesawat nirawak di beberapa tempat,” kata Masafumi.

Airlangga Hartarto menambahkan, Ijbnet akan memperkuat kerja sama bisnis Indonesia-Jepang yang selama ini telah berjalan. Kerja sama itu antara lain dalam industri makanan, tekstil, otomotif, kimia, dan biokimia.

menu
menu