Sumber berita: KOMPAS, NO 023 THN 54, JUMAT 20 JULI 2018

Sumber foto: Bisnis.com

Indonesia Minta Akses ke Malaysia

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah meminta akses kekonsu- leran kepada Pemerintah Malaysia untuk memastikan kabar penangkapan tiga warga negara Indonesia oleh Polis Diraja Malaysia Tiga WNI itu ditangkap di Malaysia setelah diduga akan melancarkan aksi teror bersama empat warga negara Malaysia.

Upaya pengajuan akses ke- konsuleran itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Kamis (19/7/2018) sore. Retno menyampaikan, pemerintah belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari otoritas Malaysia Kabar mengenai tiga WNI, yang ditangkap karena diduga terkait kelompok teroris, baru didapat dari rilis yang dikeluarkan Polis Diraja Malaysia (PDRM).

Kementerian Luar Negeri terus berupaya memastikan kebenaran informasi tersebut dengan mengajukan permintaan akses kekonsuleran. ’’Siang tadi, Kedutaan Resar RI di Kuala Lumpur sudah meminta akses kekonsuleran karena pada saat ada satu masalah, biasanya hal yang pertama dilakukan KBRI
adalah meminta akses kekonsuleran,” kata Retno, Kamis.

Akses kekonsuleran diperlukan untuk memverifikasi ke- warganegaraan tiga terduga teroris. Dalam informasi yang beredar, PDRM menangkap tujuh anggota kelompok teroris, yang tiga orang di antaranya disebutkan berkewarganegara- an Indonesia. Kelompok itu diduga merencanakan pembunuhan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Yang Dipertuan Agong Sultan Muhammad V.

Ditangkap di Sumsel
Di dalam negeri, personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menangkap tujuh terduga teroris di Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang. Mereka diduga terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK) pimpinan Abu Husnah.

Kepala Polda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zul- kamain Adinegara di Palembang, Kamis, mengatakan, SP dan AR ditangkap Rabu, (18/7) malam di Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin. Tim kemudian menangkap AZ, DA, IS, SE, dan AK di Palembang. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, ketujuh orang ini terkait jaringan JAK yang dipimpin Abu Husnah di Solo, Jawa Tengah. SP merupakan pemimpin JAK untuk Palembang.

Zulkamain mengatakan, penangkapan tujuh terduga teroris ini merupakan salah satu langkah pencegahan tindakan terorisme yang bisa mengancam keamanan di Sumsel. Apalagi, dalam waktu dekat, akan ada perhelatan olaharga Asian Games 2018.

Menurut Zulkamain, sel-sel terorisme di Sumsel kemungkinan masih ada. Keberadaan mereka terus dipantau. ’’Upaya pencegahan adalah yang paling utama,” kata Zulkamain.

Terkait upaya pencegahan gangguan keamanan oleh Polda Sumsel, Komandan. Korem 044/Garuda Dempo Kolonel (Inf) Iman Budiman mengatakan, 900 prajurit TNI dikerahkan membantu Polri mengamankan Asian Games 2018 di Sumsel.

’’Kami terus melakukan koordinasi agar semua fungsi pengamanan dapat berjalan optimal,” katanya (NTA/RAM)

menu
menu