Sumber berita: KOMPAS. N0 42 THN-54 RABU 08 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi | kompas.id

Industri Otomotif Diharap Serap Baja Domestik

CILEGON, KOMPAS — Di tengah tumbuhnya industri baja dalam negeri, sektor otomotif diharapkan menyerap lebih banyak bahan baku domestik. Langkah itu diyakini mampu menyuburkan iklim industri dalam negeri sekaligus menghemat devisa negara.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto, seusai meresmikan pabrik PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) di Cilegon, Banten, Selasa (7/8/2018), menyebutkan, kapasitas pabrik itu mencapai 480.000 metrik ton per tahun. Kini KNSS menghasilkan sekitar 200.000 metrik ton baja per tahun.

Penggunaan produk dalam negeri lebih efisien ketimbang mengimpornya. Belakangan, sebagian pabrik baru penyedia baja untuk industri otomotif sudah menghasilkan produknya. Salah satunya PT JFE Steel Galvanizing Indonesia di Bekasi, Jawa Barat.

Harjanto menambahkan, pihaknya terus mendorong pelaku industri otomotif, terutama skala besar, menyerap produk lokal. Salah satu upayanya melalui program mobil low cost green car (LCGC). Mobil tipe LCGC harus menggunakan kandungan lokal lebih dari 80 persen.

Peluang penggunaan produk dalam negeri dinilai sangat besar dengan semakin gencarnya produksi mobil. Kebutuhan mobil di Indonesia saat ini mencapai 1,1 juta unit per tahun dengan kapasitas produksi hingga sekitar 2 juta unit per tahun.

”Kalau bisa, semua industri otomotif memakai baja dalam negeri. Tak hanya dari Jepang, produsen otomotif asal China harus terus didorong menggunakan produk dalam negeri,” katanya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menambahkan, industri otomotif dalam negeri butuh lebih dari 1 juta metrik ton baja per tahun. Namun, baru sekitar 20 persen dari jumlah itu yang mampu dipenuhi. ”Sebenarnya tinggal butuh kemauan politik pemerintah agar lebih banyak baja dalam negeri yang dapat diserap industri otomotif,” ujarnya.

Industri otomotif dinilai punya standar yang tertentu terkait bahan baku. Namun, Wigrantoro yakin produsen baja dalam negeri bisa memenuhi permintaan itu. ”Kami akan berupaya memenuhi standar yang ditetapkan,” katanya.

Menurut Direktur Human Resources and General Affair KNSS Djoko Muljono, perusahaan itu didirikan pada Desember 2012 dan berproduksi sejak Juli 2017. Perusahaan didirikan melalui kerja sama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan Nippon Steel and Sumitomo Metal Corporation dari Jepang. Produk yang dihasilkan seperti lembaran baja berkekuatan tinggi dan panel luar otomotif.

menu
menu