Sumber berita: INVESTOR DAILY, KAMIS 7 JUNI 2018

Sumber foto: INVESTOR DAILY, KAMIS 7 JUNI 2018

Investor Pasar Modal Tembus 1,3 Juta

Oleh Devie Kania__________________________________________________________

► JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat total investor di pasar modal Indonesia mencapai 1,3 juta single investor identification (SID) hingga Mei 2018. Setengah dari jumlah SID tersebut merupakan investor yang berinvestasi di reksa dana.

Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, belakangan ini, selain investor saham, penambahan investor dari instrumen reksa dana cukup baik. Adapun berdasarkan pembicaraan dengan Jam’an Nurcho- tob Mansur alias Yusuf Mansyur, dia mengakui bahwa terdapat potensi penambahan investor reksa dana yang cukup banyak ke depan.

“Jadi perusahaan manajer aset milik Yusuf Mansyur, melihat ada prospek penambahan investor dari 10 juta orang sudah menggunakan Paytren E-Money. Nah, jika itu terealisasi berarti dapat membantu menambah jumlah SID,” ujar Friderica di Jakarta, Rabu (6/6).

Di samping itu, dia mengakui, pendirian Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) juga masih dinantikan. Pas
alnya jika BPTapera telah didirikan, ke depan jumlah SID di pasar modal akan melonjak signifikan. “Melalui program tersebut, terdapat potensi penambahan 4,5 juta investor,” papar dia.

Adapun Friderica mengungkapkan, KSEI bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) senantiasi berupaya aktif mengedukasi masyarakat terkait kesadaran berinvestasi. Namun selain mengedukasi, dia tegaskan, KSEI juga akan giat mengembangkan infrastruktur baru sehingga memberikan kenyamaan, atau menarik bagi investor dan calon investor.

Contohnya, pada semester II mendatang KSEI akan meluncurkan layanan e-proxy yang
merupakan gerbang awal sebelum imple- mentaste-i>0fi«g, yang akan diluncurkan pada 2019. Friderica menyatakan, sejauh ini KSEI belum akan mewajibkan layanan itu digunakan kalangan emiten, dan investor. “Untuk sementara waktu, penggunaan layanan itu baru bersifat sukarela,” ujar dia.

Lebih lanjut, sebelum akhir 2018 KSEI juga akan mengeluarkan fitur baru C-Best Next Generation (Next-G) dan Akses (Acuan Kepemilikan Sekuritas) Next-G. “Untuk C-Best Next-G, kami berencana untuk meluncurkannya pada 9 Juli 2018,” papar Friderica.

Sebelumnya, KSEI bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyosialisasikan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) di tiga kota di Jawa Timur (Jatim), yakni Surabaya, Kediri dan Jember.

Kepala Unit Bantuan Hukum KSEI Yanu Suwandika mengatakan, kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran investor terutama di Jatim untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas AKSes.

Ini adalah fasilitas perlindungan investor Pasar Modal Indonesia untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dari pihak yang tidak bertanggung jawab. “KSEI perlu menyampaikan informasi tentang fasilitas AKses tersebut karena investor di Jatim cukup
banyak,” ujar Yanu di di Surabaya, belum lama ini.

Saat ini, lanjut dia, KSEI tengah mengembangkan fasilitas AKSes menjadi AKSes Next Generation (AKSes Next-G) dengan fitur-fitur yang semakin menarik dan semakin mudah digunakan. Nantinya, yang dapat memanfaatkan fasilitas AKSes Next-G tidak hanya investor tapi juga Perusahaan Efek, Bank Kustodian, bahkan masyarakat umum.

Hal itu memungkinkan setelah KSEI bekeija sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan data kependudukan untuk layanan di pasar modal. “Jadi, nanti untuk menggunakan fasilitas AKSes Next-G cukup dengan memasukan Nomor Induk Kependudukan saja,” terang Yanu.

Selain dengan KSEI, Ditjen Dukcapil juga melakukan kerja sama dengan pelaku pasar modal lainnya. Atas inisiasi KSEI, Ditjen Dukcapil juga beker jasama dengan 100 pelaku industri pasar modal terkait pemanfaatan data kependudukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan rekening Efek.

“Melalui simulasi yang dilaksanakan, pembukaan rekening Efek dengan menggunakan alat baca KTP elektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, lebih cepat dar- isebelumnya hingga beberapa hari,” ujar dia.

 

 

 

menu
menu