Sumber berita: KOMPAS, NO 041 THN-54 SELASA 07 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Kompas.com

Jateng Jadi Percontohan Pemanfaatan Energi

ENERGI

SEMARANG, KOMPAS - Jawa Tengah menjadi tempat pelaksanaan empat proyek Program Dukungan Lingkungan Fase 3 atau ESP3Danida-Denmark. Pengembangan sumber energi dari sampah domestik, limbah industri kecil, dan pemanfaatan sinar surya dikerjakan untuk mengatasi permasalahan energi sekaligus berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca.

’’Kami berharap keempat program itu selesai dan bisa ditiru banyak tempat,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Tengah Sujar- wanto Dwiatmoko di Semarang, Senin (6/8/2018).

Ia menunjukkan program pemanenan biogas dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang, Jateng. Dari dua zona seluas 9 hektar, ada potensi 0,8 megawatt yang bisa dimanfaatkan dari biogas methane (CH4). Jumlah itu diperkirakan bisa memenuhi suplai listrik dari PT Bumi Pandanaran Sejahtera, BUMD Kota Semarang, ke PLN selama 16 tahun.

Saat ini, proyeknya masih berlangsung. Pembangunannya sedang menunggu mesin dari Spanyol serta studi penyambungan PLN. Program senilai Rp 71 miliar, termasuk bantuan ESP3 Rp 44 miliar, itu menurut rencana beroperasi pada November 2018, seiring berakhirnya program ESP3 Danida-Denmark tahun ini.

Selain proyek TPA Jatibarang program ESP3 juga bakal mengolah limbah cair dari pengolahan tepung aren menjadi mi di Klaten. Sementara di Cilacap, ESP3 akan memfasilitasi pemanfaatan sampah domestik TPA Tritih Lor menjadi refuse derived fuel (RDF) substitusi batubara yang digunakan pabrik semen PT Holcim Indonesia

Sementara di Jepara, pemda setempat bersama ESP3 akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Parang, Pulau Genting, dan Pulau Nyamuk Ketiganya adalah pulau kecil berpenghuni yang membentuk gugusan Kepulauan Ka- rimunjawa. Di Jepara, daerah dengan rasio elektrifikasi 80 persen atau terendah di Jateng selama ini bergantung pada bahan bakar minyak yang kerap telat ketika cuaca buruk datang.

’’Selain menyelesaikan permasalahan lingkungan dan menyediakan sumber energi, program ini sangat berpotensi ikut meningkatkan pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat setempat,” katanya

Di samping itu, Sujarwanto mengatakan, program ini mendorong keija sama antara pemda dan pemerintah pusat. Pemda aktif dalam pembiayaan. Sementara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyediakan zona baru sebagai tempat pembuangan, seperti yang dilakukan di Jatibarang.

Inspirasi
Emil Salim, Senior Programme Officer Development Section Kedutaan Besar Kerajaan Denmark, ingin keempat program ini bisa dikembangkan di sejumlah daerah.

Meski belum mengalkulasi dampak keempat program ini, ESP3 berharap keempat program itu menginspirasi daerah lain un-' tuk mereplikasinya sesuai potensi dan tantangannya masing-masing. Secara nasional, dalam memenuhi kebutuhan energi, Indonesia memiliki target bauran energi 23 persen pada 2025.

Ke depannya, dia juga berharap program ini bisa mendukung pertumbuhan hijau serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia. Pada Kesepakatan Paris, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan luar negeri. (ICH)

 

menu
menu