Sumber berita: KORAN SINDO, NO 4653 THN 12, SELASA 5 JUNI 2018

Sumber foto: KORAN SINDO, NO 4653 THN 12, SELASA 5 JUNI 2018

Jelang Lebaran,Terminal Bayangan Menjamur di Jakarta

JAKARTA - Terminal bayangan disejumlahlokasidiJakartamulai menjamur. Minimnya peng - awasan ditambah menjelang Raya Idul Fitri 1439 membuat pertumbuhan terminalbayangan semakin tidakterkontrol.

Di sisi lain, keberadaan ter- minalresmiyangterlalujauh dan belum terintegrasinya moda transportasi massal seperti commuter line, membuat para penumpang memilih menunggu angkutandipinggirjalan.Akibat- nya, kemacetan panjang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan.

Dari pantauan KORAN SIN- DO, kondisi ini terjadi di beberapa lokasi seperti depan Pasar Pisang, Palmerah-Petamburan, dan Jalan S Parman. Kemudian Jalan Latumenten, Tambora, akses masuk Rusun Penjaringan, Jalan Kamal Raya dan sekitar Terminal Rawa Buaya, Cengkareng, serta Pasar Kebayoran Baru.

Di beberapa tempat itu, bus- bus antarkota dan antar- provinsi (AKAP) dengan mudah parkir sembarangan. Mereka tidak menghiraukan meski ada
anggota Dishub dan Pos Lalu Lintas.

“Apayangkita lakukan disini semata mata untuk mempermudah akses penumpang. Mereka kej auhan bila harus ke Terminal Kalideres,” ungkap Bobi, 46, salah satu pengurus PO di Jalan Latumenten.

Bobi mengakui keberadaannya di Latumenten memasuki tahun ketiga. Sebelumnya, dirinya hanya mangkal di sekitar Terminal Grogol, Jakarta Barat. “Keluar dari rumah, para penumpang bisa langsung be
rangkat naik bus,” ucapnya.

Bobi menampik keberadaan dirinya dan sejumlah PO membuat jalanan macet. Menurutnya, bus akan datang ke lokasi bila diberi tahu dan langsung mengangkut penumpang sehingga tidakperlungetem ,“Bus di Terminal Kalideres, baru jalan ketika kami ditelepon,. Di sini juga penumpang sudah penuh sehingga tidak perlu tunggu-tungguan,” kilahnya.

Temi, 37, penumpang tujuan Semarang, Jawa Tengah, mengakui keberadaan terminal
bayangan cukup membantu sebab perjalanan menjadi cepat dan mudah bila dibandingkan ke terminal resmi. “Kalau eng - gak naik dari terminal bayangan, saya harus ke Terminal Kalideres. Selain jauh, perjalan - an membawa koper cukup berat,” ucap Temi saat ditemui di Jalan Latumenten.

Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah dan Wakadishub DKI Jakarta Sigit Widjiatmoko kompak tidak menanggapi keberadaan terminal bayangan yang semakin menj amur.

Sebelumnya, Sigit mengungkapkan seharusnya bus AKAPhanyabolehberoperasidi beberapa terminal tipe A, yakni Terminal Pulogebang, Kampung Rambutan, dan Kalideres serta terminal tipe B yakni Terminal Pulogadung, Tanjung Priok, dan Tanah Merdeka.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, untuk mendorong masyarakat ke terminal resmi, dia menyarankan DKI harus memberikan pelayanan lebih seperti bebas calo, peme -
sanan tiket daring, dan mem - permudah akses. “Tidak dibenarkan bila masih ada bus-bus yang berhenti di pinggir jalan. Selain menyebabkan kemacetan, jalanan menjadi semrawut,” katanya.

Karena itu, dia mendorong Dishub DKI Jakarta menindak tegas terminal bayangan dan memberi sanksi tegas kepada pengelola PO bus. “Bus hanya boleh di terminal atau tempat- tempat reSmi yang ditunjuk,” ucapnya.

®yanyusuf


 

menu
menu