Sumber berita: REPUBLIK, NO 144 THN 26, KAMIS 7 JUNI 2018

Sumber foto: REPUBLIK, NO 144 THN 26, KAMIS 7 JUNI 2018

Jokowi Bagikan Sertifikat Wakaf

DEBBIE SUTRISNO,

SANTISOPIA

Dompet Dhuafa menyalurkan parsel ke kamp Rohingya di Sittwe.

SUBANG — Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sertifikat tanah wakaf untuk masjid, mushala, yayasan, dan pondok pesantren (ponpes). Total ada 50 sertifikat tanah wakaf rumah ibadah yang dibagikan di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Jokowi mengatakan, saat ini pemerintah mencoba menyerti- fikasi tanah rumah ibadah yang selama ini mayoritas merupakan tanah wakaf. Pemberian sertifikat ini dinilai penting karena banyak rumah ibadah yang sudah lama berdiri lantas disengketakan. Alasannya, karena rumah ibadah tersebut tidak memiliki sertifikat tanah secara benar.

Sejauh ini pemberian terbanyak di Sumatra Barat mencapai 540 sertifikat tanah. Saat berkunjung ke berbagai daerah, Jokowi sering mendapat informasi terkait sengketa lahan, termasuk rumah ibadah. Di Sumatra Barat dan DKI Jakarta, misalnya, ada masjid yang cukup besar, tetapi sertifikat tanahnya bersengketa.

Jokowi menyebut, sertifikat
adalah tanda bukti hukum atas kepemilikan tanah oleh pihak masjid, yayasan, maupun ponpes. "Artinya, kalau dibawa ke pengadilan seperti apa pun, in- sya Allah tidak ada masalah," ujar Presiden saat pembagian sertifikat di Masjid Nurul Mu- qorrobin, Kabupaten Subang, Rabu (6/6).

Dengan adanya sertifikat yang sah secara hukum, masyarakat yang ingin membangun masjid, mushala, maupun ponpes tidak lagi waswas. Pemberian sertifikat wakaf rumah ibadah akan terus dilakukan di berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Jokowi berharap, dengan terbitnya sertifikat ini, tidak ada lagi masalah berkaitan dengan sengketa lahan. Menurut dia, sertifikasi rumah ibadah tidak mudah dan membutuhkan waktu mengingat banyaknya jumlah masjid, mushala, dan ponpes di Indonesia. Saat ini, ada sekitar 800 ribu masjid dan mushala serta lebih dari 29 ribu pondok pesantren di Indonesia.

Selain memberikan sertifikat tanah wakaf, Jokowi didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Herya- wan turut membagikan sertifikat lahan milik masyarakat. Pembagian sertifikat mencapai 5.000 lembar dilakukan di Gor Water Boom Pamanukan, Subang.

Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali mengingatkan ma
syarakat agar bisa menjaga sertifikat tanahnya masing-masing. Meski banyak yang ingin mengagunkan sertifikatnya, masyarakat diharapkan bisa mengalkulasi secara betul. Jangan sampai sertifikat tersebut justru hilang karena meminjam uang dan tidak bisa melunasinya.

Parsel untuk Rohingya

Lembaga kemanusiaan global Dompet Dhuafa menggelar program Tebar Parsel Ramadhan. Tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, program ini juga menjangkau Myanmar, tepatnya di Sittwe.

"Untuk berbagi kebahagiaan di Ramadhan, parsel yang berisi makanan dibagikan Dompet Dhuafa di dalam kamp penampungan pengungsi Muslim Rohingya di Faw Thilla Dai," ujar Manajer Recovery dan Lingkungan Dompet Dhuafa Filantropi Syamsul Ardiansyah, Selasa (5/6).

Parsel yang dibagikan berupa kebutuhan pokok. Dia menyebut, pembagian paket parsel Ramadhan ditujukan untuk meringankan beban Muslim etnis Rohingya. "Mereka berdiam di pengungsian dalam menjalani kegiatan ibadah selama Ramadhan tahun ini,” kata Syamsul.

Selain paket makanan. Dompet Dhuafa juga menyiapkan 120 paket darurat kebersihan untuk mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem pada musim monsoon
yapg diperkirakan datang pada Juli hingga September.

Pembagian bahan makanan ini merupakan rangkaian kegiatan tebar parsel Ramadhan 1439 Hijriyah yang diselenggarakan Dompet Dhuafa di dalam maupun beberapa wilayah di luar negeri. "Semoga hal ini dapat membantu masyarakat etnis Rohingya dalam balutan aksi kemanusiaan,” ujar Syamsul.

Tak hanya membagikan parsel, Dompet Dhuafa juga melakukan aksi pengecatan Masjid al- Madinah di Zona Madina, Bogor, Jawa Barat. Pengecetanyang dilakukan bersama puluhan jurnalis ini hendak membuat masjid semakin nyaman untuk jamaah. Pengecatan beijalan berkat adanya bantuan dari Nippon Paint berupa cat senilai Rp 80 juta.

"Pengecatan masjid memang sangat dibutuhkan, menengok warna bangunan yang sudah pudar dan mengelupas setelah lebih dari dua tahun terakhir berfungsi," ujar Kepala Depot Nippon Paint Bogor, Mahferiansyah.

Direktur Zona Madina Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi berterima kasih karena Nippon Paint menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan kepada Masjid al-Madinah. "Dari sekian banyak perusahaan cat, Nippon termasuk yang paling peduli dengan kegiatan sosial dan agama seperti ini," kata Yuli. ■ fuji ep/iida

puspaningtyas ed: qommarria rostanti

menu
menu