Sumber berita: INVESTOR DAILY, RABU 6 JUNI 2018

Sumber foto: INVESTOR DAILY, RABU 6 JUNI 2018

Jokowi Groundbreaking Kampus UIII di Depok

Oleh Imam Suhartadi____________________

► DEPOK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meletakkan batu pertama pembangunan (groundbreaking) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kompleks RRI, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6).

Pembangunan UIII menelan biaya sebesar Rp 3,9 triliun dan akan dibangun selama empat tahun di atas lahan seluas 142 hektare. UIII yang dibuka melalui Peraturan Presiden No 57 tahun 2016 ini akan membuka tingkat pendidikan Magister dan Doktor.

“Pembangunannya masuk kedalam Proyek Strategis Nasional. Tahun ini kami gelontor- kan dana sebesar Rp 700 miliar,” ujar Joko Widodo.

Presiden mengatakan, sejak awal dirinya tidak main-main ingin membangun universitas Islam berkelas dunia setingkat level internasional. Jokowi berharap mendapat lahan seluas 1000 hektare. Namun hal itu sulit terealisasi terlebih jika berlokasi di pulau Jawa.

“Akhirnya didapatkan lahan seluas 142 hektare ini. Setelah saya lihat ternyata luas juga. Saya tidak bisa bayangkan jika seribu hektare akan seluas apa,” kata Presiden.

UIII nantinya, lanjut Jokowi, akan ditata menjadi kampus masa depan dengan desain futuristik dan diharapkan menjadi kajian dan penelitian peradaban Islam di Indonesia. “Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar sedunia. Sudah sepantasnya negara kita jadi rujukan untuk kemajuan perada
ban Islam di dunia,” tutur Joko Widodo.

Pembangunan UIII pada tahun 2019, lanjut Presiden, dapat digunakan untuk satu atau dua mata kuliah yang sudah disiapkan.

Dia berharap UIII akan menjadi pusat kajian, pusat penelitian peradaban Islam di Indonesia.

“Karena kita kenal sekarang ini di dunia sebagai negara besar, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sudah sewajarnya, sudah sepantasnya, sepatutnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia,” kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, Kampus UIII diharapkan sebagai tempat munculnya ide-ide guna mempercepat hadirnya kesejahteraan umat, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ide-ide yang mewujudkan Indonesia sebagai negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafr’,” harapnya

Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifud- din mengatakan, UIII hanya ditujukan untuk pendidikan jenjang Magister atau Strata Dua (S2) dan Doktoral (S3). UIII akan memiliki tujuh fakultas, di antaranya Fakultas Islamic Studies, Political Science, Education,

Science, Technology.

“UIII juga akan dilengkapi dengan masjid, perpustakaan, pusat museum seni budaya Islam. UIII akan kembangkan Islam damai yang plural, moderat dan toleran. UIII berstatus PTNBH,” tutur Lukman.

Nantinya, dari total 142 hektare lahan, hanya akan dibangun sebesar 35%. Sisanya akan menjadi lahan hijau bagi perlindungan flora dan fauna.

“Lahan hijau yang fungsinya sebagai perlindungan flora dan fauna, ramah lingkungan demi mempertahankan ruang hijau kawasan kampus dan Kota Depok. Serta sekaligus tempat rekreasi bagi warga kampus dan warga sekitarnya,” katanya

Penyebaran Islam Moderat

Mantan Rekor UIN Syarif Hidayatullah J akar ta Azyumardi Azra mengatakan, pembangunan UIII sangat strategis karena bukan hanya pengembangan lembaga akademik, tapi juga sebagai penyebaran Islam Moderat, Islam wasathiyah model Indonesia.

“Mahasiwanya bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga berasal dari wilayah dunia Islam,” kata Azyumardi.

Menurut dia, nantinya di UIII ini akan mempelajari Islam yang yang harmonis dan ini sangat strategis dan sekaligus akan meningkatkan peran Indonesia di kancah international.

“Indonesia akan jadi pemain utama penyebaran Islam wasathiyah ini di dunia internasional, bukan hanya di dunia Muslim tetapi juga negara barat, yakni Eropa dan Amerika,” katanya. Azyumardi yakin bahwa masyarakat Eropa dan Amerika semakin tertarik dengan Islam


Wasatiyah ini.

“Kita akan refleksi bahwa Islam wasathiyah ini diwakili oleh ormas NU dan Muhammadiyah. Nah sekarang juga diwakili oleh lembaga akdemik yang berkualifikasi berstandar internasional,” katanya.

Menurut dia, ini merupakan langkah startegis yang dilakukan pemerintah Indonesia yang harus didukung bersama-sama.

“Bahkan kalangan internasional juga sudah menawarkan dukungan, namun pemerintah maunya sendiri,” katanya.

Azyumardi mengatakan, jika ada dukungan dari luar negeri, diantaranya dosen pengajar akan diterima jika memiliki kualifikasi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan pembangunan Uffl di Kota Depok Jawa Barat merupakan yang hal tepat untuk pengembangan Islam melalui jalur pendidikan.

“Pembangunan UIII merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi warga Jawa Barat,” kata Ahmad Heryawan.

Ia mengatakan dipilihnya Kota Depok sebagai tempat pembangunan UIII akan memperkuat Jabar dipercaturan di tingkat global. “UIII merupakan kualitas candradimuka pembangunan umat muslim,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan UIII tentunya akan membawa dampak besar bagi Jabar dan Indonesia sebagai perkembangan Islam moderat dan toleran. ‘Warga Jabar dikenal moderat dan individu yang toleran dalam memandang kebhinekaan,” katanya. Untuk itu , Aher menegaskan mendukung penuh 100% pembangunan kampus UIII tersebut, (bl/ant)

 

 

menu
menu