Sumber berita: KORAN SINDO, NO 4655 THN 32, KAMIS 7 JUNI 2018

Sumber foto: KORAN SINDO, NO 4655 THN 32, KAMIS 7 JUNI 2018

JPU Ungkap Peran Waka Komisi i DPR

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Bupati Halmahera Timur periode 2010-2015 dan 2016-2021 yang juga mantan KetuaDPDPDIPMalukuUtara Rudy Erawan menerima suap Rp6,3 miliar.

JPU juga menyebut nama dan peran Sekretaris Fraksi PDIP diDPRyangjuga Wakil Ke- tuaKomisilDPRdanKetuaDPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul.,

Surat dakwaan nomor: 49/ TUT.01.04/24/05/2018 atas nama Rudy Erawan dibacakan secara bergantian oleh JPU yang dipimpin Iskandar Mar- wanto. Iskandar Marwanto menyatakan, Rudy Erawan bersama-sama dengan Mohammad Arnes Solikin (sekretaris pribadi Rudy, belum tersangka) telah menerima suap dengan totalRp6,3miliardalambentuk
rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura.

Uang diterima Rudy dari terpidana penerima suap Am- ran HI Mustary (divonis 6 tahun penjara) saat Amran menjabat sebagai kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX KementerianPUPRMalukudan Maluku Utara saat itu.

Seluruh penyerahan terjadi setelah Amran dilantik men- jadikepalaBPJNIXpadalOJuli 2015. Uang suap yang disodorkan Amran sebelumnya berasal dari para kontraktor di lingkungan BPJN IX.

“Hadiah (uang) tersebut karena terdakwa (Rudy) telah menjembatani kepentingan Amran HI Mustary untuk menjadi kepala BPJN IX Ma- lulu dan Maluku Utara dengan cara kolusi dan nepotisme dengan pejabat Kementerian PUPR,” tandas JPU Iskandar saat membacakan surat dak
waan di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

Pada awal 2015, Amran berkeinginan maju sebagai calon kepala BPJN IX. Untuk meminta bantuan Rudy agar Amran lolos menjadi kepala BPJN IX, lantas terjadi beberapa kali pertemuan. Pertemuan pertama terjadi di Jakarta pada Mei 2015 antara Amran dan Rudy. Rudy menyanggupi membantu Amran dan mengatakan “nanti ada pendekatan dengan orang yangpunya akses ke dalam”.

Dalam kesempatan lain, Rudy juga menyampaikan ke Amran tentang usulan dan rekomendasi Amran menjadi kepala BPJN IXharus masukke DPP PDI Perjuangan. “Bahwa usulan tersebut akan diserahkan ke DPP PDIP lewat Fraksi PDIP dan menyarankan Amran HI Mustary untukbertemu dengan Bambang Wuryanto selaku anggota DPRdari Fraksi

PDIP,” papar Iskandar.

Anggota JPU Tri Anggoro : Mukti melanjutkan, Rudy ak- * himya menemui Bambang J Wuryanto alias Bambang Pacul yang menjabat sebagai sekretaris Fraksi PDIPpadaakhir Mei 2015. Pertemuan Rudy dengan Bambang Pacul terjadi di ruang Fraksi PDIP DPR. Dalam pertemuan, Rudy menyerahkana/rn- culum vitae (CV) Amran ke Bambang Pacul sebagai bahan per- - timbangan untuk Amran menjadi kepala BPJN IX.

“Atas penyampaian terdakwa (Rudy), Bambang Wur- yantosetujumeneruskanusul- : an tersebut. Selanjutnya Bambang Wuryanto menyerahkan CV Amran ke Damayanti Wisnu Putranti serta memin- i tanya (Damayanti) untuk menyampaikan usulan tersebut ke pihak Kementerian PUPR,” ungkapTri.

* sabirlaluhu

menu
menu