Sumber berita: KOMPAS. N0 68 THN-54 RABU 05 SEPTEMBER 2018

Sumber foto: Detik.com

Kampanye Positif Perlu Dibangun

PEMILU 2019

 

JAKARTA, KOMPAS — Kohesi sosial yang terbangun selama Asian Games perlu terus dijaga selama masa kampanye Pemilu 2019 yang akan dimulai pada 23 September mendatang. Elite parpol dan tim kampanye pun perlu memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan konten positif selama masa kampanye 2019 untuk tetap menjaga persatuan bangsa

Sekretaris ■ Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, Asian Games menjadi momentum bagi semua pihak untuk membangun kampanye positif selama Pemilu 2019. Selain itu, Hasto menjelaskan, Asian Games 2018 menjadi bukti pencapaian kinerja Presiden Joko Widodo selama masa pemerintahannya ’’Asian Games ini membangun optimisme bangsa untuk mewarnai proses kampanye yang positif dalam pemilu. Sebab, kami tidak akan berkampanye untuk menjelekkan lawan, ini bukan kultur kita,” ucapnya di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Pada momentum Asian Games lalu, kedua pasangan calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, mengunggah foto ketika mereka berpelukan bersama dengan pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah. Unggahan mereka mendapat respons positif dari warganet dan masyarakat Indonesia Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade, menjelaskan, unggahan foto tersebut menunjukkan Prabowo memang tidak memiliki masalah personal dengan tokoh-tokoh politik lain. ’’Dengan adanya unggahan tersebut dalam akun Instagram Pak Prabowo, kami berharap akan ada kesejukan selama masa kampanye,” ujar Andre.

Menurut Andre, tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno tidak akan menyerang kubu lawan dengan dasar masalah personal. ’’Meski demikian, tentunya akan ada perbedaan pendapat selama masa kampanye dan itu merupakan hal yang wajar. Kami juga akan menggunakan media sosial untuk adu program dan vi- si-misi, bukan untuk menyerang personal,” ucapnya.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menjelaskan, jika ada momentum yang menyatukan bangsa, hal itu perlu dijaga untuk waktu yang lama. ’’Selain/tu, momentum Asian Games yang lalu memang akan digunakan oleh tim kampanye di media sosial, selama hal itu masih relevan. Tapi, kan, tidak mungkin kita akan terus-terusan menggunakan isu Asian Games ini,” ucapnya

Tim kampanye
Hingga kemarin, kedua kubu masih mematangkan struktur tim kampanye nasional. Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, masuknya Deddy Mizwar ke tim kampanye diharapkan dapat menambah elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat.

Dengan demikian, ujar Lodewijk, di Jawa Barat, secara otomatis, Jokowi mendapat dukungan dari tiga tokoh, yaitu Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dedi Mulyadi.

Sementara itu, Andre menjelaskan, struktur tim kampanye nasional Prabowo-Sandiaga sudah rampung, tetapi belum bisa diumumkan kepada publik. ’’Para pemimpin parpol masih menunggu waktu yang tepat. Namun, untuk ketua timnya sudah bisa dipastikan, yaitu Jenderal (Pum) Djoko Santoso,” ucapnya.• (DVD)

 

menu
menu