Sumber berita: KOMPAS. N0 42 THN-54 RABU 08 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Tribunnews.com

Kedua Kubu Belum Solid

Belum jelasnya calon wakil presiden yang akan diusung dalam Pemilu 2019 membuat sejumlah kemungkinan bisa terjadi, baik di kubu koalisi Joko Widodo maupun Prabowo Subianto.

 

JAKARTA, KOMPAS - Tiga hari menjelang penutupan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden, bangunan koalisi dari kubu Joko Widodo ataupun Prabowo Subianto belum dapat dikatakan final karena masih ada partai politik yang membuka sejumlah opsi. Masa pendaftaran berpotensi diperpanjang jika hingga pendaftaran ditutup pada Jumat (10/8/2018) hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar.

Sikap sejumlah parpol .yang masih gamang ini dipicu oleh belum adanya titik temu terkait pembahasan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi ataupun Prabowo.

Hingga kemarin, misalnya, Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan arah koalisinya Arah koalisi PAN baru ditentukan dalam forum rapat kerja nasional yang akan diadakan Kamis besok.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Selasa (7/8/2018), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, mengatakan, hingga saat ini belum ada gambaran yang jelas terkait capres-cawapres PAN. ’’Kalau belum dapat gambaran yang jelas, kan, sulit. Oleh karena itu, kami menunda sampai 9 Agustus. Rakernas cukup satu hari,” katanya.

Kemarin, Zulkifli sempat menemui Jokowi di Istana Kepresidenan. Terkait pertemuan itu, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soepamo mengatakan, segala opsi masih terbuka lebar menjelang tenggat pendaftaran capres-cawapres antara bergabung ke koalisi Jokowi, ke koalisi Prabowo, dan opsi lain di luar itu.

Selain menjalin komunikasi politik dengan kubu Jokowi, PAN juga masih berusaha mendorong figur cawapres untuk Prabowo. Zulkifli mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Abdul Somad, salah satu nama yang direkomendasikan para ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dan tokoh politik agar bersedia dipertimbangkan menjadi cawapres Prabowo.

Menurut Zulkifli, nama Abdul Somad juga akan turut dibahas dalam Rakernas PAN.
Terkait hal itu, seusai rapat internal Gerindra, kemarin malam, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan telah memperoleh informasi jika Somad masih keberatan untuk maju sebagai cawapres pendamping Prabowo. Somad ingin fokus pada jalurnya selama ini, yaitu berdakwah.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap berupaya mengusung Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri menjadi cawapres pendamping Prabowo. Langkah ini merupakan hasil musyawarah istimewa Majelis Syuro PKS yang kemarin berlangsung di Kantor DPP PKS, Jakarta.

Andai Salim tidak dipilih oleh Prabowo, Presiden PKS Sohibul Iman menekankan, pihaknya tetap akan bersama Gerindra jika Prabowo tetap memilih Somad sebagai pendamping dalam Pilpres 2019.

Di tengah berbagai dinamika ini, kemarin siang, Prabowo berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk berbicara empat mata Namun, Muzani enggan menjelaskan detail pertemuan itu.

Selain sikap politik PAN yang belum jelas, ketidakpastian juga terlihat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketidakpastian sikap PKB di koalisi pendukung Jokowi diakibatkan adanya rekomendasi atau mandat dari sejumlah kiai Nahdlatul Ulama agar Ketua Umum PKB Muhai- min Iskandar dijadikan cawapres pendamping Jokowi.

Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, meski Muhaimin tidak menjadi cawapres pendamping Jokowi, PKB tidak akan mengubah arah dukungannya ke Jokowi.

Namun, jika hal itu terjadi, DPP PKB perlu terlebih dahulu mengadakan rapat pleno untuk menyikapi dinamika terbaru jika para kiai memberikan mam dat baru bagi Muhaimin. Dalam rapat pleno itu, segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk mengubah arah koalisi. ’’Tetapi, sampai kini belum ada rencana rapat pleno. Mandat baru dari para kiai juga belum tahu,” katanya.

Pendaftaran
Di tengah ketidakpastian itu, kemarin, sembilan perwakilan partai pendukung Jokowi datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengonsultasikan administrasi pendaftaran capres-cawapres. Mereka juga menanyakan mengenai perpanjangan pendaftaran dan sanksi bagi parpol yang tidak mengusulkan calon.

Seusai pertemuan sekitar 30 menit dengan para sekjen, anggota KPU, Pramono Ubaid Tan- thowi, menuturkan, dalam PKPU Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden sudah dijelaskan bahwa jika sampai habis masa pendaftaran hanya ada satu pasangan calon, maka bisa diperpanjang 1x7 hari. Jika kemudian belum juga ada tambahan pendaftar, pendaftaran kembali diperpanjang 1x7 hari lagi.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi akan mendaftar ke KPU pada hari terakhir. Namun, nama cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo, menurut Pramono, semestinya bisa diketahui sebelumnya. Sebab, Rabu malam ini atau Kamis esok hari, Presiden akan mengundang ketua umum dan sekjen parpol pengusung serta pendukungnya. (AGE/GAL/APA/INA/E03/SAN)

menu
menu