Sumber berita: KOMPAS, NO 038 THN SABTU 04 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA | Pembeli memilih beras di Pasar Tomang Barat, Jakarta.

Kekurangan Beras Diantisipasi

JAKARTA, KOMPAS — Menghadapi musim kemarau, pemerintah mengantisipasi kemungkinan persediaan beras berkurang. Sejauh ini, persediaan beras diklaim masih aman.

Perum Bulog juga masih menyerap beras hasil panen petani. Dalam rangka
memastikan ketersediaan bahan pangan, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri ke Istana Merdeka, Jumat (3/8/2018) sore.

Pertemuan tertutup itu dihadiri antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Kepala Bulog Budi Waseso.

Presiden juga mempertanyakan kenaikan harga beras kendati tak terlampau tinggi. ”Sampai dengan akhir tahun, sampai dengan musim panen tahun depan, hitung-hitungan kita menunjukkan aman. Tidak berlebih, tapi aman,” kata Darmin seusai pertemuan.

Perihal kenaikan harga beras yang terjadi dalam tiga hari terakhir, Darmin menjawab belum mengetahui penyebabnya. ”Bisa saja di beberapa tempat sudah kering sehingga pedagang mulai mencoba-coba menaikkan harga. Tapi, mumpung masih kecil (kenaikannya), kami dipanggil Presiden,” lanjutnya.

Budi Waseso menambahkan, saat ini Bulog memiliki 2,2 juta ton beras. Oleh karena itu, pemerintah menilai sudah siap menghadapi kekeringan. Bahkan, ujarnya, gudang Bulog di Jawa sudah tak cukup menampung, sedangkan gudang Bulog di wilayah lain mulai penuh.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras yang semakin tinggi, menurut Budi Waseso, intervensi berupa operasi pasar beras disiapkan.

Darmin menegaskan, dengan stok Bulog sekitar 2,2 juta ton dan panen yang masih berlangsung di beberapa wilayah, saat ini impor beras tak diperlukan.
Berdasarkan data di laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata nasional beras kualitas medium II Rp 11.650 per kilogram (kg) pada Jumat. Adapun harga beras kualitas medium I Rp 11.800 per kg.

Harga ayam
Mengenai harga ayam yang masih tinggi di pasaran, Darmin menyebutkan, hal itu disebabkan penyediaan DOC atau ayam umur sehari memerlukan waktu 2-3 bulan. Saat ini, periode penyediaannya masih berjalan.

Sementara, menurut Amran, rantai pasok ayam dan telur mesti dibenahi.
Berdasarkan laman PIHPS, harga rata-rata nasional daging ayam Rp 38.900 per kg.

menu
menu