Sumber berita: KORAN SINDO, NO 4652 THN 12, SENIN 4 JUNI 2018

Sumber foto: KORAN SINDO, NO 4652 THN 12, SENIN 4 JUNI 2018

Kemendes Genjot Akademi Desa 4,0

BANDUNG - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) membentuk Akademi Desa 4.0. Mendes Eko Putro Sandjojo mengatakan, pelatihan yang ber j alan selama ini dinilai berbiaya mahal dan tidak efektif.

Bagaimana tidak, katanya, pelatihan memakan biaya mahal karena harus mendatangkan desa dari berbagai tempat untuk berkumpul di satu tempat. Selain itu, pelatihan yang memakan waktu hingga berhari-hari juga tidak efektif.

“Sekarang di zaman Revolusi Industri 4.0 kita buat Akademi Desa 4.0. Pelatihan dibuat dengan sistem online sehingga bisa menjangkau siapa pun. Pelatihannya pun bisa diulang sehingga setiap orang bisa mengerti,” katanya saat kunjungan kerja di DesaBumiwangi, KeeamatanCi- paray, Bandung, kemarin.

Eko menjelaskan, pelatihan di akademi bukan asal melatih melainkan akan dibuktikan dengan sertifikasi profesi. Karena itu, katanya, Kemendes akan bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Nanti sertifikasi akan diberikan kepada peserta pelatihan yang memang sudah siap untukdiuji oleh BNSP.

Eko mengatakan, untuk ta- hapawalAkademiDesaakanme- latih kepada pendamping desa, masyarakatpenggerakdesa, dan aparatur desa. Ke depan akan menyentuh kepada seluruh masyarakat desa yang mau dilatih tentangkewirausahaan.

Menurut dia, bentuk pelatihannya bisa bermacam-macam. Selainkewirausahaanjugaada latihan pengelolaan administrasi desa bagi aparat desa. “Akademi Desa ini tidak ada biaya yang akan dibebankan ke- padapeserta,” ujarnya.

Sementara dalam menyambut Piala Dunia 2018, Kemendes akan memberikan decoder gratis ke seluruh kantor kepala desa. Tujuannya agar ada menonton bareng Piala Dunia. Kata dia, pembagian decoder ini diprioritaskan ke kantor kepala desa yang sudah ada proyektor agar tayangan Piala Dunia bisa ditayangkan di layar lebar sehingga suasana nobar bisa lebih meriah. “Kita akan upayakan decoder gratis ke setiap kantor kepala desa untuk menonton Piala Dunia,” katanya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menjelaskan, ajang laga sepak bola terbesar dunia ini akan bertepatan dengan libur mudik Lebaran 1439 H. Karena itu, tidak hanya warga setempat yang bisa menikmati tayangan Piala Dunia melalui decoder yang akan dibagikannya, melainkan sanak saudara dan handai taulan yang sedang mudik ke kampung halaman pun bisa terhibur.

Menurut dia, potensi nobar ini akan sangat menguntungkan bagiwargadesa. Ekoberharapke- paladesabisamengoordinasikan warganya untuk menggelar dagangannya selama nobar agar para penonton bisa jajan. Ajang nobar pun bisa menjadi lokasi jualan produk asli desa agar bisa dijadikan oleh-oleh para pemudik. “Piala Dunia ini bertepatan dengan orang mudik sehingga bisa ada uang sampai miliaran rupiah yang bisa dibelanjakan saat nobar agar pendapatan warga desa meningkat,” katanya.

Kepala Desa Bumiwangi Ru- diya Trisanjaya menjelaskan, total dana desa yang diterima Desa Bumiwangi sekitar Rp833 juta. Sementara peruntukan dana desasebesar20% diperuntukkan khusus untuk membangun area Bukit Cula. Terutama untuk membangun jalan agar bisa dilalui mobil dengan panjang jalan 800 meter.

Rudiya menjelaskan, kawasan Bukit Cula akan dibangun sebagai kawasan wisata berbasis edukasi lingkungan, bumi perkemahan, dan embung air. Sistem pengerjaannya dengan program padat karya tunai. “Sasaran utama kami adalah reboisasi dan konservasi alam. Sebab kami sejak turun-temurun hidup dari berladang di Bukit Cula ini,” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Pemkot Bandung Yudi Haryanto menjelaskan, dari dana desa yang sudah diterima telah banyak manfaat kegiatan, seperti pembukaan jalan desa dan pembangunan desa wisata. Katadia,lahandesa yangtadinyadikuasaiperorang- an sekarang sudah dikelola dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menjadi kawasan wisata treck offroad sehingga bisa dinikmati seluruh masyarakat.

• neneng zubaidah

menu
menu