Sumber berita: BOLA, EDISI 2.885, SELASA 10 JULI 2018

Sumber foto: Tempo.co

Kendala di luar Kendali

FORMULA 2

Pengalaman pertama menjalani tiga balapan beruntun dalam selang dua pekan sungguh tak mengenakkan bagi Sean Gelael. Dia tidak hanya mesti pulang dengan tangan hampa, tapi juga mengalami kendala luar kendalinya.

Setelah selalu mendapatkan poin pada empat seri pertama, pebalap tim Pertamina Prema Theodore Racing tersebut tak bisa berbuat apa-apa pada tiga seri beruntun.

Beragam kendala menimpanya, dari kesalahan sendiri, tim, hingga perubahan regulasi dari F2 untuk seri Austria dan Inggris. Kesalahan kompleks yang bahkan membuat Sean akhirnya memanfaatkan race 2 di Silverstone, Inggris, hari Minggu (8/7) sebagai pembelajaran untuk seri berikut di Hungaria.

Yang paling mencolok dan itu mengganggu performa Sean adalah soal rolling start di bawah panduan safety car untuk Austria dan Inggris. Sejauh ini Sean adalah pebalap dengan reputasi bagus bila bicara start normal (standing : start).

Biasanya, dengan standing start pebalap Jagonya Ayam tersebut mampu menyusul beberapa pebalap. Kemudian barulah dia memainkan strategi pit stop guna melaju ke depan dan meraih poin.

Tak Mampu Menyusul
Di Silverstone, masalah bertambah bagi Sean. Pemakaian ban hard yang baru disediakan Pirelli di musim ini benar-benar membuat dirinya dan rekan setim, Nyck de Vries, kesulitan.

Ban keras itu semestinya bisa bertahan lama walau Silverstone diwarnai suhu terpanas dalam beberapa tahun terakhir. Namun setelan mobil Prema malah membuat ban itu cepat aus.

Apalagi untuk ban yang lebih lunak, soft.

“Saya maunya bertahan di papan atas, tapi ban kami aus lebih cepat dibanding yang lain," ujar De Vries, “Tak tahu kenapa sejak menang di Paul Ricard, tim kami malah mengalami penurunan performa. Kami akan menganalisisnya segera."

Pebalap Belanda tersebut meraih hasil kualifikasi terburuk pada musim ini di Silverstone, yakni PI 1, dan finis sama-sama di posisi tujuh untuk kedua race.

Untuk Sean, kendalanya sama. Kalau biasanya dia bisa menyusul minimal satu pebalap, di Silverstone sama sekali tak mampu. Hal sama pun dialami Nyck. "Mobil kami tak punya kekuatan yang diharapkan,” katanya.

Karena itu, daripada menangisi kendala bahwa mobil mereka memang tidak sekompetitif biasanya, Sean memilih race 2 untuk sekaligus persiapan seri berikut.

“Pada race itu, tujuan saya hanya ingin segera menyelesaikan lomba, karena mobil kami memang tak cepat dan malah cepat membuat aus ban. Namun, kami justru mendapatkan pelajaran yang rasanya bisa diterapkan di Hungaria," kata Sean.

Pada seri berikut di Hungaria, standing start kembali dipakai dan diharapkan bisa mendongkrak performa Sean lagi.

Sean dan tim Prema memang harus duduk bersama lebih lama untuk mencari solusi bersama agar poin yang dulu akrab dengannya kini kembali datang menghampirinya. 

menu
menu