Sumber berita: KOMPAS. N0 51 THN-54 SABTU 18 AGUSTUS 2018

Sumber foto: PressReader

Kerukunan Jadi Modal

Kerukunan di antara masyarakat Indonesia yang beragam jadi modal penting pembangunan bangsa. HUT RI jadi momentum menjaga hal itu.

JAKARTA, KOMPAS - Indonesia yang beragam kembali diingatkan melalui Peringatan Detik- detik Proklamasi Hari Ulang Tahun Ke-73 Kemerdekaan RI di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8/2018). Kesenian dari sejumlah daerah di Indonesia ditampilkan di acara di mana sebagian besar tamu undangan yang hadir memakai pakaian adat itu.

Presiden Joko Widodo tahun ini mengenakan baju adat Aceh, sedangkan Nyonya Iriana berpakaian khas Minang Koto Gadang. Wakil Presiden Jusuf Kalla menggunakan baju adat Bugis, sedangkan Nyonya Mufidah berbusana adat berwarna senada

Pakaian adat mulai digunakan pada peringatan detik-detik proklamasi pada 2017. Saat itu, Presiden berpakaian adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Presiden berharap peringatan HUT Ke-73 RI membawa semangat dan optimisme dalam membangun kerukunan serta menjaga persatuan dan kesatuan. ’’Kita harus memberikan porsi lebih banyak pada kerukunan dan persatuan karena stabilitas politik dan keamanan adalah modal paling fundamental dalam membangun negara kita ini,” tuturnya sebelum upacara peringatan detik-detik proklamasi dimulai.

Ajakan untuk menjaga persatuan juga disampaikan Presiden saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR, Kamis lalu.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga melaporkan capaian kineija lembaga-lembaga negara Bukan hanya lembaga kepresidenan, melainkan juga lembaga negara lainnya, yaitu MPR, DPR, DPD, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Badan Pemeriksa Keuangan. Laporan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat Indonesia

Sementara itu, dalam pidato kenegaraan menyambut HUT kemerdekaan RI di hadapan sidang bersama DPR dan DPD, Presiden, antara lain, juga menyatakan, pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian kasus hak asasi manusia masa lalu dan meningkatkan perlindungan HAM agar kejadian yang samatidak terulang di kemudian hari.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengapresiasi pernyataan Presiden tersebut. Pidato Presiden itu diharapkan merupakan sinyal akan adanya langkah konkret untuk menuntaskan sejumlah kasus pelanggaran HAM.

Meutia Hatta, putri pahlawan nasional Mohammad Hatta, mengatakan, sudah semestinya kini- Indonesia jauh lebih baik. Selain itu, prinsip yang dibangun sejak pendirian negara ini harus terus dipegang, yakni mengutamakan bangsa Indonesia dan kesejahteraan rakyat. (NTA/APA/REK/EDN/INA)

 

menu
menu