Sumber berita: KOMPAS, NO 323 TAHUN 53, SENIN 28 MEI 2018

Sumber foto: KOMPAS, NO 323 TAHUN 53, SENIN 28 MEI 2018

Konser Musik untuk Membumikan Pancasila

YOGYAKARTA, KOMPAS-Pancasila sebagai ideologi dan pemersatu bangsa harus senantiasa dirawat dalam ingatan masyarakat, terutama generasi muda penerus bangsa. Konser musik yang diisi dengan orasi kebangsaan menjadi cara yang dapat dilakukan untuk membumikan ideologi tersebut.

Ketua Sekretariat Bersama Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra mengatakan, Pancasila adalah konsensus nasional yang harus dijaga. Ia menambahkan, hal itu menjadi kian penting mengingat kehidupan berbangsa ini sedang diwarnai upaya kelompok yang ingin mengganggu Pancasila.

’’Kita sama-sama bagian dari

warga bangsa terus terpanggil untuk meneguhkan dan mendorong bahwa Pancasila adalah konsensus nasional yang harus kita jaga. Terlebih, kita sedang diwarnai oleh kelompok yang ingin mengganggu Pancasila,” kata Widihasto dalam konferensi pers ’’Konser Indonesia Damai #PancasilaRumahKita”, di Pusat Studi Pancasila (PSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Minggu (27/5/2018).  ,

Konser itu akan digelar pada Jumat (1/6/2018), bertepatan dengan hari lahir Pancasila. Konser itu diselenggarakan oleh PSP UGM bekerja sama dengan Sekretariat Bersama Keistimewaan DIY, Gelora Bahana Patria, Keluarga Alumni Universitas Gadjah

Mada, Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia, dan Pramuka Kwartir Daerah DIY.

Kepala PSP UGM Heri San- tosa mengatakan, konser itu dapat menjadi momentum untuk memaknai Pancasila sekaligus meneguhkan UGM sebagai institusi pendidikan yang selalu berusaha mengamalkannya.

Akan tetapi, Heri menyampaikan, konser tersebut hanya salah satu cara untuk menarik generasi muda dan seluruh elemen masyarakat guna kembali tertarik membicarakan Pancasila. Elemen yang paling penting dalam konser itu, menurut Heri, adalah orasi kebangsaan.

Sementara tokoh-tokoh yang direncanakan mengisi orasi ke-

bangsaan itu adalah mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Ma- arif, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M D, Rektor UGM Panut Mulyono, dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X.

Memperkuat ideologi

Penampil utama dalam konser tersebut adalah Slank, grup musik asal Jakarta. Widihasto mengatakan, Slank dipilih karena grup musik itu memiliki banyak penggemar yang terdiri atas anak muda. Dengan mengajak mereka, ia beranggapan dapat menguatkan ideologi Pancasila melalui cara yang menyenangkan. (NCA

menu
menu