Sumber berita: KOMPAS, NO 006 THN 54, RABU 04 JULI 2018

Sumber foto: Kompas, Keluarga korban insiden KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, terisak di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (3/7/2018). Operasi SAR Basamas berakhir Selasa, dan dilanjutkan pemantauan oleh tim dari Pos SAR Parapat. Hingga Selasa kemarin, sebanyak 164 orang dilaporkan hilang, 21 orang selamat, dan 3 orang tewas.

Korban Tewas 26 Orang

KM Lestari Maju kandas di perairan Pulau Selayar, menyebabkan 26 orang tewas. Evakuasi terus dilakukan. Di Danau Toba, operasi pencarian korban KM Sinar Bangun dihentikan.

MAKASSAR, KOMPAS - Hingga Selasa (3/7/2018) pukul 23.50 Wita, korban KM Lestari Maju yang kandas di Perairan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, tercatat 26 orang tewas. Evakuasi terhadap penumpang terkendala ombak tinggi, angin kencang, dan cuaca gelap sehingga kapal-kapal lain sulit mendekat.

’’Sampai malam ini, berdasarkan laporan petugas lapangan, jumlah korban tewas 26 orang. Korban selamat 74 orang. Jumlah penumpang kapal 139 orang,” kata Bupati Selayar Basli Ali yang dihubungi Selasa malam. Sebanyak 39 penumpang lainnya masih dalam pencarian, apakah terjun ke laut atau masih bertahan di atas kapal yang kandas.

”Tim SAR sudah berada di atas kapal, tetapi belum bisa memeriksa seluruh kapal karena kondisi kapal masih labil dihantam ombak, bagian bawah kapal terendam dan aliran listrik di kapal mati sehingga gelap,” kata Kepala Kantor Badan SAR Nasional Makassar Amiruddin.

Penyeberangan reguler
Kapal Motor (KM) Lestari Maju mengalami kecelakaan di perairan Kabupaten Selayar, sekitar 200 meter dari Pantai Pa’badi- lang, Selayar, sekitar pukul 14.30 Wita Ini adalah kapal penyeberangan reguler yang melayani rute Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar. Kabupaten Selayar terletak sekitar 173 kilometer dari Makassar melintasi laut.

Panjang kapal yang kandas itu 48,4 meter dan lebar 16,5 meter serta berat 1.519 gross tonage. Berbahan dasar baja, kapal ini memiliki satu geladak dan dua baling-baling dengan mesin 650 tenaga kuda.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Dicky Sondani mengatakan, berdasarkan manifes kapal, saat berangkat kapal membawa 139 penumpang, 48 kendaraan berupa truk, mobil pribadi, dan motor. Kapal juga membawa uang Rp 30 miliar untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara di Kabupaten Selayar yang dibayarkan melalui Bank Sulselbar.

Menurut Dicky, kecelakaan diduga akibat kebocoran pada lambung kapal sehingga air masuk ke dalam kapal. Nakhoda kapal Agus Susanti kemudian sengaja mengandaskan kapal 200 meter dari bibir pantai agar kapal tidak tenggelam.

Banyak korban tewas akibat panik dan meloncat ke laut tanpa mengenakan jaket pelampung. Sebagian penumpang juga terjepit kendaraan yang bergeser karena posisi kapal yang kandas.
Bupati Selayar Basli Ali mengatakan, saat peristiwa, cuaca sedang buruk, yakni hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Saat penumpang panik dan meloncat tanpa mengenakan pelampung, mereka dihantam ombak.

’’Malam ini angin sempat reda. Petugas mulai mengevakuasi korban selamat ataupun meninggal yang ada di kapal. Petugas puskesmas dan rumah sakit kami siapkan untuk menangani korban,” kata Basli.

Hamsidar dari Humas Kantor Basamas Makassar menyatakan, pihaknya menurunkan KM An- tasena dengan 30 anggota, termasuk penyelam, untuk membantu tim SAR Posko Selayar dan Bantaeng. Pencarian juga dibantu kepolisian dan nelayan setempat.

Kementerian Perhubungan mengerahkan Kapal KNP Chundamani dan kapal-kapal milik Unit Penyelenggara Pelabuhan Selayar untuk mempercepat evakuasi penumpang KM Lestari Maju.
’’Masih banyak penumpang yang berada di kapal,” kata Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut Gus Rional di Jakarta, Selasa.

Operasi diakhiri

Dari Simalungun, Sumatera Utara, dilaporkan, setelah 15 hari, operasi SAR KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba resmi dialdiiri hari Selasa. Namun, pemantauan tetap dilakukan Pos SAR Parapat, di bawah koordinasi Kantor SAR Medan.

Sejak kapal tenggelam, Senin (18/6), sejumlah upaya dilakukan tim SAR gabungan dengan penyisiran, penggunaan jangkar ka- pgil, serta alat-alat pendeteksi obyek bawah air. Jasad, sepeda motor, dan tali kapal sempat terdeteksi di kedalaman 453-455 meter, tetapi evakuasi sulit dilakukan.

Berdasarkan pertemuan dengan keluarga korban, Minggu, operasi resmi ditutup pada Selasa pukul 14.45. Tenda-tenda di Posko Utama Tigaras dibongkar.

Direktur Operasi Basamas Bambang Suryo Aji mengatakan, penutupan bukan berarti operasi dihentikan. ’’Pemantauan aktif tenis dilakukan Basamas, dari Kantor SAR Medan, melibatkan TNI dan Polri,” katanya.

Kemarin, keluarga korban diundang Pemkab Simalungun dalam peletakan batu pertama monumen, sekaligus doa bersama dan tabur bunga. Di monumen berukuran 7 meter x 3 meter itu akan tertulis nama-nama korban.

Tangis keluarga korban pecah saat dipersilakan meletakkan batu di lokasi pembangunan monumen, 25 meter dari Pelabuhan Tigaras.

Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan, monumen untuk memfasilitasi keluarga korban yang ingin berziarah.

Terkait sandman, Saragih mengatakan, korban meninggal akan mendapat Rp 50 juta dari Jasa Raharja, Rp 15 juta dari Kementerian Sosial, dan Rp 2 juta dari Pemkab Simalungun. (REN/DIT/ARN)

menu
menu