Sumber berita: KOMPAS, NO 035 THN 54, SELASA 01 AGUSTUS 2018

Sumber foto: KOMPAS/LASTI KURNIA | Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Aris Budiman memenuhi undangan Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK untuk mengikuti rapat dengar pendapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

KPK Cari Pengganti Aris Budiman

JAKARTA, KOMPAS – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan seleksi untuk mengisi posisi Direktur Penyidikan yang akan ditinggalkan Brigadir Jenderal (Pol) Aris Budiman dalam waktu dekat. Seleksi ini merupakan lanjutan, setelah KPK tidak menemukan calon yang sesuai pada pertengahan Maret hingga April 2018.

Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Selasa (31/7/2018) membenarkan bahwa proses seleksi mencari Direktur Penyidikan tengah berlangsung. Saat ini, tahapan seleksi telah memasuki tahap akhir, yaitu wawancara. Lima calon mengikuti proses seleksi yang dimulai sejak Mei 2018.

“Benar, dilakukan terhadap 5 calon sejak pagi hingga sore,” ujar Agus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lima calon tersebut terdiri dari berasal dari kepolisian, kejaksaan, dan kalangan internal KPK. Calon dari kepolisian antara lain, Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Komisaris Besar (Pol) Arief Adiharsa, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar (Pol) Yudhiawan, dan Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Komisaris Besar (Pol) R.Z Panca Putra. Dari kejaksaan, ada Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga Yudi Kristiana. Ditambah lagi satu dari internal penyidik KPK.

Pada Maret 2018, ada tiga orang yang diseleksi untuk menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK. Mereka adalah tim inspektorat pengawasan umum Polri bidang sarana prasarana Kombes (Pol) Edy Supriadi, Kepala Bagian Pelayanan Teknis Kompolnas Kombes (Pol) Djoko Purwanto, dan Kombes (Pol) Andi Hartoyo. Namun dari ketiganya, pimpinan KPK sebagai penentu belum menemukan kandidat yang sesuai.

Proses pencarian ini diawali dengan mengirimkan surat kepada kepolisian dan kejaksaan tentang informasi kebutuhan posisi Direktur Penyidikan tersebut. Selanjutnya, tahapan awal dimulai dengan seleksi administrasi, tes kompetensi dan Bahasa Inggris, serta tes kesehatan.

Koordinator Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo mengingatkan pimpinan KPK untuk menimbang secara matang dan menentukan pilihan secara independen. Ini penting untuk kelangsungan penanganan perkara agar tak mudah diintervensi. “Sekali lagi, loyalitas dan integritas menjadi yang utama,” ujar Adnan.

menu
menu