Sumber berita: KOMPAS. N0 56 THN-54 JUMAT 24 AGUSTUS 2018

Sumber foto: Nasional Kompas

Kualitas Atlet Wushu Nasional Meningkat

JAKARTA, KOMPAS — Kualitas atlet wushu nasional meningkat dalam Asian Games 2018. Selain satu emas dan satu perak, Indonesia berhasil merebut tiga perunggu. Dua perunggu di antaranya berasal dari nomor sanda, yang sebelumnya sulit diraih di ajang olahraga terbesar di Asia ini.

"Grafiknya naik. Selama ini, atlet sanda Indonesia belum bisa meraih medali Asian Games,” ujar Iwan Kwok, Ketua Dewan Juri Asian Games 2018, Kamis (23/8/2018).

Wushu menyumbang emas lewat atlet senior Lindswell Kwok di taijiquan dan taijijian putri, perak dipersembahkan pendatang baru Edgar Xavier Marvelo (cangquan putra). Ahmad Hula- efi menyabet perunggu di nomor daoshu dan gunshu putra.

Koleksi perunggu dari wushu bertambah lewat Yusuf Widiyan- to di kelas -56 kilogram dan Puja Riyaya (-70 kg). Keduanya turun di nomor sanda putra.

Baik Yusuf maupun Puja sama-sama kalah di babak semifinal, Rabu (22/8), dari atlet Chi
na. Yusuf takluk 0-2 dari Shen Guoshun, sedangkan Puja kalah dari 0-2 dari Shi Zhanwei.
Ngatino, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia, mengakui, Yusuf awalnya diharapkan mendapat emas. Namun, langkahnya tak mulus karena sejak awal harus menghadapi lawan berat.

"Akan tetapi, hasil kali ini sepadan dengan pelatihan di Iran dan China, yang masing-masing satu setengah bulan,” kata Ngatino.

Tidak puas
Meski target satu medali emas pada Asian Games 2018 tercapai, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) tidak puas dengan penampilan sebagian atletnya. Di Asian Games 2018, Indonesia hanya mengantongi sebiji emas lewat Defia Rosmaniar dari nomor poomsae.
’’Target emas poomsae terpenuhi lewat Defia Rosmaniar. Namun, kami belum puas hasil tim kyorugi,” kata Marciano Norman, Ketua Umum PBTI.

Menurut Marciano, beberapa atlet akan dicoret dari pelatnas karena jartgkauan kakinya lebih pendek dibansingkan dengan rival-rival di kelasnya dan kemampuan yang tak berkembang lagi. Hanya beberapa atlet senior yang dipertahankan untuk SEA Games 2019.
"Mereka yang dipertahankan akan lebih sering ikut turnamen internasional. Lebih baik mengirim sedikit atlet ke berbagai turnamen daripada banyak atlet, tetapi tidak meraih medali,” tutur Marciano.

Menang mudah
Tiga pesilat nasional masih sulit ditaklukkan saat berlaga di Kompleks TMII Pondok Gede, Jakarta, Kamis. Iqbal Candra Pratama di nomor tarung kelas D putra 60-65 kg menundukkan Pomtep Poolkaew (Thailand) dengan skor 5-0. Komang Harik Adi Putra (tarung kelas E 65-70 kg) mengalahkan Ximenes David No-Ano (Timor Leste), 5-0. Sementara Rusdana Arnri (tarung kelas F 70-75 kg) juga menang 5-0 atas Saidov Nurulla (Uzbekistan). (NIC/KYR/ECA)

menu
menu