Sumber berita: KOMPAS, NO 029 THN 54, KAMIS 26 JULI 2018

Sumber foto: Kompas.com

Lahan Terbakar di Ogan Ilir

Kebakaran lahan terjadi di Arisan Jaya, Ogan Ilir, Rabu. Api bisa dipadamkan pukul 19.00. Kesiapsiagaan terus ditingkatkan untuk mencegah kebakaran lahan jelang Asian Games 2018.

 

PALEMBANG, KOMPAS - Kebakaran lahan terjadi di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Api menghanguskan 6 hektar lahan yang ditanami sawit dan ilalang.

Kepala Polsek Pemulutan Ajun Komisaris Zaldi mengatakan, Rabu (25/7/2018), api bermula sekitar pukul 16.00 dan padam pukul 19.00.

Tim gabungan dari TNI Polri, Manggala Agni, dan BPBD Ogan Ilir berjibaku memadamkan api. Pemadaman fcukup sulit karena harus melewati rawa dengan kedalaman 50 cm. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih diselidiki. ’’Saat kami datang, api sudah membesar,” ujarnya

Terkait kebakaran hutan dan lahan, sistem informasi dan integrasi data di Sumatera Selatan ditingkatkan untuk mempercepat pengambilan keputusan dalam menanggulangi. Berbagai peralatan disiapkan untuk memudahkan komunikasi dan pantauan lapangan, seperti mendatangkan drone (pesawat nirawak) alap-alap yang dapat beroperasi hingga 7 jam. Alat dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi itu berguna untuk memantau titik api di lapangan dan langsung bisa melaporkan kondisi lapangan ke posko.

Adapun TNI menambah jumlah telepon satelit untuk mempermudah komunikasi petugas di posko dengan petugas pemadam di lapangan.

’’Komunikasi antara pengambil keputusan dan petugas di- lapangan harus efisien agar penanggulangan kebakaran dilakukan dengan cepat,” kata Deputi I Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) B Wisnu Widjaja, Rabu.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Agustus -September, beberapa daerah rawan kebakaran di Sumsel akan mengalami hari tanpa hujan lebih dari satu bulan. Akibatnya, lahan jadi kering, terutama lahan gambut.

Menurut Wisnu, pembasahan lahan akan dimulai Senin (30/7). Sejauh ini, langkah antisipasi satgas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Sumsel cukup baik Di sekitar lahan gambut dibuat sumur bor dan sekat kanal sebagai tempat persediaan air. Ini membantu petugas memadamkan api dari darat.

Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Kolonel Inf Iman Budiman mengatakan, fokus utama timnya adalah menjaga lahan .gambut tetap basah. Pihaknya akan menambah dari 650 personel menjadi 770 personel.

Rabu pagi, tampak kabut di atas Palembang. Jarak pandang sekitar 4.000 meter. Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Nan- dang Pangaribowo menyatakan, hal itu akibat pencampuran partikel debu dengan kabut yang lumrah pada musim kemarau. Pantauan alat pendeteksi, asap belum masuk Palembang. Kualitas udara masih tergolong baik.

Jangan tunggu komando
Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah mengatakan di Jambi, satgas penanganan kebakaran hutan dan lahan diminta bekerja cepat menindaklanjuti laporan kebakaran lahan. Setiap ada temuan api, satgas harus cepat memadamkan agar tak meluas, tak perlu tunggu komando.

Sepanjang Rabu, api terpantau meluas di sejumlah titik areal gambut. Kebakaran terluas terjadi di Desa Pematang Buluh, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Luas lahan gambut terbakar 15 hektar.

Tim pemadam masyarakat peduli api bersama tim BPBD, Manggala Agni, TNI, hingga tim Polres Tanjung Jabung Barat berupaya memadamkan lewat jalur darat. Helikopter MI L8 milik PT Wira Karya Sakti membantu pemadaman dari udara.

Di Jakarta, Kepala Staf Presiden Moeldoko menggelar rapat koordinasi khusus membahas pencegahan kebakaran hutan dan lahan jelang Asian Games 2018. Rapat koordinasi dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala BMKG Dwikorita Kar- nawati, Kepala Badan Restorasi Gambut Foead Nazir, dan pimpinan daerah Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Aceh.

Sementara itu, bau busuk memenuhi udara Kota Pekanbaru dan sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Riau, Rabu pagi.

Dari pantauan Kompas, bau busuk menyengat dan mengganggu pemapasan. Namun, pukul 09.00, bau busuk menghilang. Kabut uap air juga sempat menutup angkasa Riau. Jarak pandang di Pekanbaru 5.000 meter dari biasanya 10.000 meter.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau Ervin Rizaldi menyatakan, perlu ada penelitian sebelum 'dapat memastikan penyebab bau busuk (RAM/MTK/ITA/NTA/SAH)

 

menu
menu