Sumber berita: KOMPAS, NO 006 THN 54, KAMIS 05 JULI 2018

Sumber foto: Indonesia at Melbourne

Laporan dari Publik Amat Ditunggu

JAKARTA, KOMPAS — Panitia Seleksi Calon Hakim Mahkamah Konstitusi mengumumkan sembilan nama calon hakim MK pengganti Maria Farida Indrati yang dinyatakan lolos tes tertulis. Kesembilan calon itu selanjutnya mengikuti tahapan rekam jejak hingga akhir Juli. Publik diminta agar aktif melaporkan kepada pansel bilamana ada temuan terkait calon-calon tersebut.

Tahap berikutnya, kesembilan orang itu akan menjalani rekam jejak yang bertujuan melihat sejauh mana integritas para calon di mata publik, serta catatan lembaga Untuk pengecekan rekam jejak, pansel bekerja sama dengan sejumlah lembaga, antara lain KPK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan elemen masyarakat sipil pemantau peradilan.

Saat dihubungi, Rabu (4/7/2018), Ketua Pansel Haijono mengatakan, penetapan sembilan calon dilakukan pada 2 Juli. "Kami mencari orang dengan rekam jejak yang baik. Artinya, orang yang terpilih tak punya persoalan moral, terlibat korupsi, atau melaikukan pelanggaran hukum lainnya. Kami harapkan publik ikut mencermati kesembilan nama tersebut,” katanya

Selain tahapan rekam jejak, sembilan calon hakim itu akan mengikuti tes kesehatan. Baru pada 30-31 Juli, mereka mengikuti tahapan seleksi terakhir, yakni wawancara. Setelah tahapan wawancara, pansel akan menentukan tiga nama calon terpilih yang diusulkan kepada Presiden Joko Widodo.

Anggota pansel hakim MK, Zainal Arifin Mochtar, menambahkan, ujijekam jejak merupakan tahapan krusial seleksi hakim MK. Selain integritas, juga rekam jejak yang menunjukkan sisi kapabilitas dan akseptabilitas calon hakim bersangkutan. ’’Dari sisi integritas sudah jelas, rekam jejak ini akan menunjukkan apakah mereka ini pernah terlibat problem hukum, etik, dan moral.

Di sisi lain, publik juga akan menilai sisi kapabilitasnya, antara lain, dengan melihat bagaimana pendapat mereka atas suatu hal, apakah konsisten atau berubah-ubah. Bisa jadi publik menemui pendapat berubah-ubah, tak konsisten, atau men- cla-mencle. Selain itu, rekam jejak juga mengukur akseptabilitas calon, apakah publik kenal atau menerima mereka atau tidak,” ujar Zainal.

Pelibatan publik amat penting untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas seleksi hakim. Dalam tahapan wawancara, publik juga diundang untuk mengikuti, bahkan diberi kesempatan memberi pertanyaan. ’’Saat ini ada beberapa laporan publik tentang sejumlah calon yang saya terima atau mungkin juga diterima anggota pansel lainnya. Laporan dari publik itu jadi pertimbangan pansel dan akan dibahas bersama untuk menentukan rekam jejak calon penuhi kualifikasi,” katanya

Tantangan integritas
Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif Veri Junaidi mengatakan, tantangan bagi MK adalah integritas hakim. Dalam sejumlah kasus di MK, selain pelanggaran kode etik yang dilakukan hakim, juga soal penangkapan dua hakim MK dalam kasus korupsi, serta integritas dan sikap kenegarawanan yang jadi problem besar di MK.

’’Tahapan rekam jejak jadi penting karena para calon ditelisik riwayat dan integritasnya. Ini jadi catatan bagi lembaga terkait yang bekerja sama dengan pansel untuk memastikan para calon hakim adalah orang-orang yang tanpa catatan,” ujar Veri.
(REK)

menu
menu