Sumber berita: SELASA, 31 JULI 2018

Sumber foto: Metro.co

Madrid Kesulitan Jaga Tradisi

REAL MADRID DAN BALLON D'OR

Atletico Madrid membeli Thomas Lemar dari AS Monaco. Barcelona merekrut Malcolm asal Bordeaux. Bursa transfer musim panas ini sudah pasti jadi periode sulit buat fan Real Madrid.

Baik Barcelona maupun Atletico tak kehilangan pemain depan yang signifikan di lini depan. Tetap saja mereka merekrut personel barisan ofensif dengan harga mahal yang bisa dikategorikan siap bersaing di tim utama.

Bagaimana dengan Madrid? Bos anyar Julen Lopetegui barangkali sama frustrasinya dengan publik Santiago Bemabeu.

Masuk partai pretemporada pertama Los Merengues di International Champions Cup 2018, belum ada satu pun rekrutan masuk kategori bintang di deret ofensif mereka.

Vinicius Junior masuk dengan nilai 45 juta euro, tapi ia masih berusia 18 tahun. Manajemen Madrid bahkan mendaftarkan nama Vinicius di tim junior. Real Madrid C.

Sebulan ke depan, bursa transfer Eropa akan ditutup. Waktunya bahkan bisa lebih cepat apabila Los Merengues mengincar pemain asal Inggris di Premier League, hingga 9 Agustus, yang berarti kurang dari 10 hari lagi.

Lopetegui harus bersiap menerima realitas keras ia tak incarannya. Pelatih berusia 51 tahun itu masih meyakini kualitas Gareth Bale dan Karim Benzema.

Tapi, secara kuantitas keduanya sekaligus pun tak bisa menyamai produktivitas Ronaldo.

“Saya bergabung ke klub ini untuk memenangi banyak gelar dan beruntung bisa melakukannya. Saya tahu sempat menjalani momen buruk, tapi hal itu tak pernah jadi masalah karena Madrid adalah klub terbesar di dunia dan saya bahagia di sini,” tutur Benzema.

Salah satu momen buruk itu jelas musim lalu. Benzema cuma bikin 12 gol dari 47 pertandingan di semua ajang. Jumlah itu sudah pasti tak pantas disandang pemain berstatus striker utama Madrid.

18 Tahun
Lopetegui harus puas dengan salah satu dari Vinicius, Boija Mayoral, atau Raul De Tomas sebagai deputi Benzema.

Pesaing Benz hampir pasti bukan bomber kelas dunia semodel Robert Lewandowski (Bayem Muenchen), Edinson Cavani (Paris Saint- Germain), apalagi Harry Kane ■ (Tottenham).

Florentino Perez tengah menikmati ambisi mendatangkan para wonderkid atau pemain belia yang berpotensi jadi bintang masa depan. Selain Vinicius (18), Madrid juga memboyong kiper Andriy Lunin (19) dan bek kanan Alvaro Odriozola (22).

Perwujudan kebijakan baru Florentino Perez plus kepergian Cristiano Ronaldo memutus tradisi keren Madrid yang selalu punya pemain terbaik dunia peraih trofi Ballon d’Or di dalam skuat miliknya. Tradisi ini sudah dipertahankan Madrid sejak 18 tahun lalu!

Musim panas 2000, Luis Figo menjadi pembelot terbesar di sepanjang sejarah sepak bola Spanyol. Madrid merekrutnya dari Barcelona.

Ia menjadi galactico pertama. Di tahun tersebut, Flgo juga memenangi Ballon d’Or. Sejak saat itu, sampai akhir musim lalu Madrid selalu punya pemain peraih Ballon d'Or di skuat bergantian dalam wujud Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo Luis, Michael Owen, Fabio Cannavaro, Kaka, sampai Cristiano Ronaldo sendiri.

Menjadi sejarah paralel menaiik ketika pemain terakhir Madrid sebelum Figo yang meraih Ballon d’Or adalah sang maestro Alfredo Di Stefano (1957)!

18 Tahun Peraih Ballon D’or di Skuat Real Madrid

2000- 01: Luis Figo

2001- 02: Luis Figo, Zinedine Zidane (2002), Ronaldo (1997,2002)

2002- 03: Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo

2003- 04: Luis Figo. Zinedine Zidane, Ronaldo

2004- 05: Zinedine Zidane, Ronaldo, Michael Owen (2001)

2005- 06: Zinedine Zidane, Ronaldo2006- 07: Fabio Cannavaro

(2006), Ronaldo

2007- 08: Fabio Cannavaro

2008- 09: Fabio Cannavaro

2009- 10: Kaka (2007), Cristiano Ronaldo (2008)

2010- 11: Kaka, Cristiano Ronaldo

2011- 12: Kaka, Cristiano Ronaldo

2012- 13: Kaka, Cristiano Ronaldo

2013- 14: Cristiano Ronaldo (2008,2013)

2014- 15: Cristiano Ronaldo (2008,2013,2014)

2015- 16: Cristiano Ronaldo

2016- 17: Cristiano Ronaldo (2008,2013,2014,2016)

2017- 18: Cristiano Ronaldo (2008,2013,2014,2016,2017)

2018- 19: ???

Sejak ia meninggalkan Madrid pada 1964 sampai 1999, Madrid tak punya personel peraih Ballon d’Or lagi.

Madridista boleh berharap sejarah tak terulang seiring kepergian Ronaldo, yang rasanya bisa disejajarkan dengan Di Stefano. Maklum, pada periode selama 35 tahun itu Madrid hanya meraup dua gelar Uga Champion (1965 dan 1998)!

Dua nama bisa berpotensi jaga tradisi pada akhir Desember saat pemenang penghargaan individual bergengsi ini diumumkan: Raphael Varane dan Luka Modric.

Keduanya masuk 10 kandidat pemain terbaik dunia versi Flfa. Varane menjadi jawara dunia bersama Prancis, Modric pemain terbaik di Piala Dunia Rusia 2018. Secara peluang, Modric barangkali lebih realistis ketimbang Varane. •

 

menu
menu