Sumber berita: KOMPAS, NO 328 THN 53, SENIN 4 JUNI 2018

Sumber foto: KOMPAS, NO 328 THN 53, SENIN 4 JUNI 2018

Masalah Lini Depan Belum Teratasi

JAKARTA, KOMPAS —Tim nasional sepak bola Indonesia U-23 mampu menguasai permainan saat menghadapi Thailand U-23 pada laga persahabatan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/6/2018) malam. Namun, masalah klasik tim ’’Garuda Muda” masih muncul, yakni penyelesaian akhir yang kurang efektif. Laga pun berakhir dengan kedudukan 0-0.

Tim asuhan pelatih Luis Milla ini masih saja kesulitan mencetak gol dalam dua laga persahabatan kontra Thailand meski sudah bongkar pasang pemain. Pada laga pertama di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (31/5/2018), Thailand menang 2-1.

Masalah kebuntuan di lini depan itu sangat menonjol ketika Indonesia tampil pada Piala Anniversary awal Mei lalu. Bermain melawan tim-tim seperti Korea Utara, Uzbekistan, dan Bahrain.

Garuda Muda sama sekali tidak mencetak gol.

Kondisi ini tidak bagus bagi Indonesia yang bersiap tampil pada Asian Games 2018. Jika masih mengalami kebuntuan, target hienjadi empat besar di Asian Games bisa menjadi misi yang mustahil.

Untuk itu, Milla pun berupaya mempertajam lini depan dengan memanggil nama-nama baru, seperti pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, dan pemain naturalisasi asal Brasil, Alberto Goncalves alias Beto, untuk menghadapi dua laga uji coba kontra Thailand. Lini belakang juga diperkuat Victor Igbonefo.

Pada laga kontra Thailand yang kedua kemarin, Indonesia banyak belajar dari kesalahan pada laga pertama. Mereka pun bisa mendominasi meski Thailand tampil menekan, terutama pada babak kedua.

Indonesia memiliki banyak pe - luang yang diciptakan dari sektor sayap. Baik Febri Hariyadi maupun Gavin Kwan Adsit beberapa kali bisa menembus pertahanan lawan dari samping. Namun, umpan-umpan silang yang mereka lepaskan masih kurang akurat sehingga tidak akan efektif meski ada striker tajam seperti Beto.

Situasi serupa teijadi saat Milla menggunakan Ilija Spasojevic sebagai ujung tombak saat Piala Anniversary lalu. Spaso sulit mendapatkan umpan-umpan matang untuk mencetak gol.

Kekurangan dari sektor sayap yang memicu tumpulnya lini serang Indonesia itu sebenarnya sudah menjadi perhatian utama Milla. Pelatih asal Spanyol itu terus melatih pasukannya menyerang dari sektor sayap. Kini, Milla masih harus terus memutar otak mencari solusi jitu sebelum Asian Games bergulir. (DEN)

menu
menu