Sumber berita: KOMPAS, NO 033 THN 54, SENIN 30 JULI 2018

Sumber foto: KOMPAS/NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR |Peluncuran logo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) oleh Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo ditemani Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Sosial Idrus Marham, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Heru Kristiyana, dan Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo, Kamis (3/5/2018), di Jakarta.

Masyarakat Bisa Tukar Kartu

JAKARTA, KOMPAS–Bank Indonesia terus berupaya merealisasikan Gerbang Pembayaran Nasional. Salah satu caranya dengan menyelenggarakan pekan penukaran kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional di 17 titik di Indonesia.
Penukaran kartu debit menjadi kartu debit berlogo GPN itu dilakukan mulai Senin (30/7/2018) sampai dengan Jumat (3/8).

Lokasi penukaran kartu debit bank menjadi kartu berlogo GPN itu ada di Jakarta, Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Tasikmalaya. Selain itu, ada juga di Banjarmasin, Padang, Batam, Balikpapan, Cirebon, Ambon, Kendari, dan di kantor pusat Bank Indonesia.

“Masyarakat tidak bisa ditahan karena ingin cepat-cepat mengganti kartu debit dengan kartu berlogo GPN,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia (BI) Pungky P Wibowo di Jakarta, Minggu (29/7).

Bank Indonesia, tambah Pungky, juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan dalam teknis penerapan GPN. “Pengawasan sistem pembayaran dilakukan BI, sementara pengawasan perbankan dalam operasional kegiatan usaha masyarakat dilakukan OJK,” ujarnya.

Sistem GPN berlaku sejak 22 Juni 2017 melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/8/PBI/2017. Sistem itu merupakan upaya mengintegrasikan sistem pembayaran di Indonesia. Caranya, dengan menata infrastruktur, kelembagaan, dan mekanisme sistem pembayaran nasional dalam tatanan yang diharapkan dapat memproses seluruh transaksi pembayaran domestik secara nontunai.

Selama ini, hampir semua proses pengolahan data transaksi nontunai dari 170 juta kartu debit di Indonesia dilakukan di luar negeri atau menggunakan sistem pembayaran prinsipal asing. Penggunaan sistem prinsipal asing membuat biaya transaksi menjadi mahal (Kompas, 26/4/2018).

Berdasarkan data BI, per Juni 2018 ada 155,919 juta kartu anjungan tunai mandiri dan debit yang beredar di Indonesia. Adapun transaksinya sebanyak 523,777 juta transaksi dengan nilai Rp 574,783 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, GPN juga menjadi sistem pembayaran dalam perhelatan Asian Games 2018.“Untuk moda transportasi, khususnya kereta ringan (LRT) Jakarta dan Palembang, akan menggunakan kartu uang elektronik dan debit,” kata Perry.

Proses transaksi pembelian yang berhubungan dengan Asian Games juga dapat dilakukan dengan kartu berbasis GPN.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan, pemerintah sudah mendeklarasikan transaksi nontunai untuk transaksi Asian Games. (E02/E14)

menu
menu